Sukabumi, MNP – Dunia kesehatan di Kabupaten Sukabumi dicemari oleh ulah oknum Puskesmas Kecamatan Cibitung.
Puskesmas yang seharusnya berada di garda terdepan dalam penanganan kesehatan, diduga malah mempersulit warga masyarakatnya yang saat itu sangat membutuhkan penanganan kesehatan.
Salah seorang warga yang hendak meminta pertolongan untuk diantar ke rumah sakit rujukan karena anaknya sakit step malah dipinta uang biaya penggunaan ambulans.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengakuan dugaan pungutan liar (pungli) tersebut diketahui dari Panglima Jampang Tandang Makalangan, Ustadz Peci Merah yang dikenal eksis membela warga masyarakat.
Diceritakan, Ustadz Peci Merah mendapat laporan dari Jatnika bahwa anaknya sakit step dan dibawa ke puskesmas Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi.
Sesampainya di puskesmas dinyatakan harus dirujuk kerumah sakit di Jampang, tapi saat mau dirujuk (dibawa), Ibunya (istri Jatnika) meminta pihak puskesmas untuk mengantar menggunakan mobil ambulan puskesmas karena saat itu selain kondisi cuaca sedang hujan.
Selain itu, si anak pun dalam kondisi yang semakin memburuk, tapi pihak puskesmas malah meminta uang sebesar Rp.200 ribu yang katanya itu adalah biaya administrasi penggunaan ambulan yang harus dibayar oleh keluarga pasien.
Karena saat itu mereka sekeluarga tidak ada yang membawa uang, akhirnya di putuskan untuk segera membawa anak tersebut ke rumah sakit Jampang dengan menggunakan sepeda motor.
Ustadz Peci Merah menyebut, meski dengan perasaan panik dibawah cucuran air hujan, tapi pihaknya bersyukur bisa sampai juga ke rumah sakit Jampang.
“Jujur saya jengkel mendengar laporan mengenai prilaku oknum pihak puskesmas seperti itu, harusnya mereka tangani dulu anak itu,” tegasnya.
Menurut Ustadz Peci Merah, jika urusan bayar ambulan itu peraturan puskesmas, Nanti dirinya yang bayar.
“Semoga kejadian ini jadi bahan perhatian untuk dinas kesehatan di Kabupaten Sukabumi,Tutur Ustad Peci Merah,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPC.AWIBB Sukabumi Raya Erik Surya Sumantri merasa prihatin dengan kejadian yang di alami salah satu warga masyarakat di wilayah Jampang.
Padahal mereka harus membawa anaknya yang sakit dan membutuhkan pertolongan kesehatan dari pihak Puskesmas Kecamatan Cibitung, namun terkesan mempersulitnya.
Mirisnya lagi, saat beliau minta pada puskesmas untuk membawanya dengan ambulan, malah dalih harus membayar biaya ambulan sebesar Rp 200 ribu.
Menurut Erik Surya Sumantri, hal ini sangat tidak pantas diucapkan oleh pihak puskesmas saat kondisi keluarga pasien sedang genting atau darurat, Dimana nurani sebagai figur pekerja kesehatan?
Apa pantas memperlakukan masyarakat yang jelas-jelas anggota keluarganya dalam kondisi darurat dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit malah dipersulit. ”
“Sadar dirilah, bagaimana kalau kejadian serupa juga menimpa pada dirinya ?, Ujar Erik Geram,
Dalam waktu dekat ini rencananya DPC AWIIBB Sukabumi Raya akan segera beraudensi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk membahas masalah tersebut.
“Bila perlu kami akan meminta untuk memberi sangki pada oknum puskesmas Kecamatan Cibitung agar jadi pembelajaran kedepannya jangan sampai ada lagi hal semacam itu di wilayah Kabupaten Sukabumi ini.
“Tolong hargailah dan layanilah warga masyarakat dengan sebaik-baiknya, Itu saja dulu yang bisa saya katakan saat ini, Untuk selanjutnya tunggu hasil audensi kami dari DPC.AWIBB Sukabumi Raya nanti dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi,” pungkas Erik.
![]()
Penulis : Redaksi









Tinggalkan Balasan