Anggota DPR-RI Rizal Bawazier: Cinta Produk Lokal Jangan Hanya Slogan 

Selasa, 13 Mei 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Anggota komisi VI DPR-RI Rizal Bawazier menanggapi program Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) yang diluncurkan oleh kementerian Perdagangan beberapa hari yang lalu.

Dimana gerakan yang diinisiasi oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso tersebut, sebagai gerakan dengan tujuan membangkitkan kembali semangat cinta produk lokal dalam negeri.

Para ASN di lingkungan Kemendag pun wajib menggunakan produk lokal dalam negeri pada setiap Kamis.

Rizal Bawazier menyebutkan bahwa, Gerakan Kamis pakai lokal atau Gaspol pada prinsipnya bagus untuk ditindaklanjuti, hanya Dirinya mempertanyakan apakah ini suatu urgensi dari pemerintah?

Sedangkan kepentingan Pemerintah sendiri yang seharusnya di pikirkan adalah UMKM, bagaimana mendapatkan kemudahan untuk modal usahanya,

“Jadi Greget ini bagus ya pertanyaan bagaimana kalau selain hari Kamis? boleh pakai produk import ini nanti bisa disalah paham-kan seperti itu , program ini bagus untuk masyarakat supaya bisa melihat bahwa pentingnya untuk menggunakan prodak prodak lokal,” ujar Rizal melalui sambungan teleponnya, Selasa sore (13/5/2025).

Anggota DPR -RI dari Dapil Jateng X yang meliputi Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang serta Kota Pekalongan ini menambahkan bahwa, secara umum kalau dilakukan secara massal kepada seluruh warga Indonesia itu.

Menurut Rizal, itu sangat bagus sekali tapi ini bukan suatu program yang Urgensi kalau dalam mempromosikan suatu produk untuk lokal itu sangat kongkrit sekali.

“Saya sepakat tapi ini bukan satu hal yang Urgensi saat ini ,dimana di beberapa daerah UMKM sangat membutuhkan sokongan pendanaan yang mudah, misalnya tidak di persulit dalam memperoleh modal dengan Credit Scoringnya,” tambah Rizal.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, beberapa masalah yang dihadapi di lapangan, seperti buat Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang sampai Rp.500 juta itu tidak mudah didapatkan UMKM.

Kalau memakai Credit Scoringnya itu UMKM punya spesifikasi yang sudah melakukan usaha selama dua sampai tiga tahun, lalu bagaimana dengan UMKM yang baru?

“Itu permasalahan pertama, yang kedua Urgensinya adalah bagaimana peraturan tahun 2024 itu, sampai sekarang belum ada revisinya,” ucap Rizal.

“Itu kan yang di tunggu-tunggu, itu kan membuat UMKM tekstil itu di daerah daerah, nah itu yang urgensi kalau ini sokong misalnya pakai produk lokal produk lokal tapi UMKM yang sebagian besar itu tidak kuat sekarang,” tutupnya

Peluncuran Gaspol beberapa hari lalu, sempat dibuka dengan acara senam pagi bersama, lalu dilanjutkan fashion show yang diikuti para ASN Kemendag dengan menggunakan produk lokal.

Mulai dari pakaian, sepatu, hingga aksesoris. Gerakan Gaspol dibuat untuk meningkatkan masyarakat untuk tetap bangga, beli, bela, dan pakai lokal.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ungkap Jaringan Narkoba Rp235 Miliar, Kapolda Lampung: Tersangka Terancam Hukuman Mati
Jalan Usaha Tani Badampu: Disemprot Obat Rumput di Tengah Isu Proyek Fiktif, Ada Apa Sebenarnya?
Perjuangan Tasikmalaya Turun ke Masyarakat Lewat Aksi Sosial
Miris! Atap Plafon Ditopang Kayu, Ruang Kelas di SDN Lebakgede Tasikmalaya Terancam Ambruk
Setelah Viral Dugaan Proyek Fiktif, Rumput di Lokasi Badampu–Bantayum Mendadak Layu, Ada Apa?
Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya
Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang
O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:54 WIB

Ungkap Jaringan Narkoba Rp235 Miliar, Kapolda Lampung: Tersangka Terancam Hukuman Mati

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Usaha Tani Badampu: Disemprot Obat Rumput di Tengah Isu Proyek Fiktif, Ada Apa Sebenarnya?

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:40 WIB

Perjuangan Tasikmalaya Turun ke Masyarakat Lewat Aksi Sosial

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:01 WIB

Miris! Atap Plafon Ditopang Kayu, Ruang Kelas di SDN Lebakgede Tasikmalaya Terancam Ambruk

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:04 WIB

Setelah Viral Dugaan Proyek Fiktif, Rumput di Lokasi Badampu–Bantayum Mendadak Layu, Ada Apa?

Berita Terbaru

Berita terbaru

Perjuangan Tasikmalaya Turun ke Masyarakat Lewat Aksi Sosial

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:40 WIB