Tukang Ojek Gabah di Pemalang Raup Cuan Pada Musim Panen Padi

Jumat, 18 April 2025 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Memasuki musim panen padi petani di Dukuh Caur, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Pemalang kota, Jawa Tengah, mendatangkan berkah tersendiri bagi Gunawan dan tetangganya.

Pasalnya, musim panen tahun ini membuat jasa angkutan panen yang digelutinya, kembali dilirik para petani.

Gunawan dan tetangganya memang dikenal sebagai Tukang trabas Sawah, sebutan bagi penyedia jasa angkutan panen dengan motor yang telah dimodifikasi.

Ketika ditemui di lokasi Pesawahan perbatasan Kabupaten Pemalang dan Tegal, Pria 31 Tahun bertubuh kekar ini menuturkan jika, pada musim panen padi kali ini, Dirinya kembali menerima banyak orderan untuk mengangkut gabah hasil panen petani.

“Alhamdulillah, sudah sekitar satu bulan lebih musim panen padi, setiap harinya selalu ada orderan untuk mengangkut gabah,” tutur Gunawan pada Kamis (17/4/2025).

Di temani Casmo (40) tetangganya, ia mengangkut karung berisi gabah dari area persawahan milik petani, menuju ke jalan raya supaya mudah dijemput oleh pengepul.

“Terkadang kalau lokasi sawah tidak memungkinkan untuk dilintasi sepeda motor, karena tanahnya banjir atau berlumpur, ya terpaksa kami angkut di Panggul, jalan di pematang sawah sampai ratusan meter jauhnya,” keluh Casmo.

Untuk upah para Ojek Gabah, menurut Gunawan sebesar Rp.400 ribu untuk Areal sawah seluas Satu Bahu (setara dengan setengah Hektar).

“Kondisi Pesawahan yang sulit dan jarak yang jauh, biasanya para juragan akan menambahi buat beli air minum dan rokok buat para pengangkut atau ojek Gabah,” tambah Gunawan.

Biasanya, untuk tenaga angkut Gabah dalam areal sawah seluas satu Bahu, dikerjakan sejumlah 5 sampai 10 orang tenaga angkut Gabah, waktu pengerjaan antara pagi Jam 08.00 sampai Sore bahkan terkadang bisa sampai malam hari.

“Ongkos ojek Gabah juga tergantung jauhnya, kalau ada satu kilometer dan berlumpur itu biasanya lebih dari Rp.400 ribu . Kalau sawahnya sudah kering dan cukup dekat, biasa bisa kurang,” terang Gunawan.

Musim panen kali ini, ia mengaku bisa mendapat orderan lebih banyak ketimbang biasanya. Sebab, musim panen kali ini juga terjadi di daerah tetangga, yang juga menggunakan jasa Maksum.

“Habis ini, saya langsung ke Cilacap karena ada orderan juga disana sekitar 2 hektar sawah yang sedang panen,” lanjutnya.

Dirinya menambahkan, Bisa Dapat Cuan Lumayan dalam Sehari, mengaku bisa mengantongi uang Rp.200 sampai Rp.300 ribu dalam sehari dengan syaratnya, motor miliknya masih mampu untuk menerabas bentangan sawah yang kondisinya tak menentu.

“Dilihat kondisi motornya juga sih, kalau keliatannya sudah hampir menyerah, saya tidak menerima orderan lagi,” jelasnya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru