Respon Cepat Polisi Bersihkan Tumpahan Solar di Jalan Raya 

Jumat, 11 April 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Polsek Kadungora menunjukkan respons cepat setelah menerima laporan warga terkait adanya tumpahan cairan yang diduga solar di sepanjang Jalan Raya Kadungora hingga Kiara Dodot, Rancasalak, termasuk kawasan rawan seperti Tanjakan Kopi via Cijapati. Jumat (11/04/2025).

Kapolsek Kadungora Kompol Deden Saripin mengatakan laporan diterima sekitar pukul 02.48 WIB, Jumat dini hari, oleh petugas piket Polsek Kadungora dari seorang warga bernama Toni, asal Kampung Cogreg, Desa Rancasalak.

Toni melaporkan adanya tumpahan mencurigakan di badan jalan yang diduga berasal dari kebocoran kendaraan truk pengangkut solar.

Bertindak cepat, petugas Polsek Kadungora langsung berkoordinasi dengan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Leles untuk melakukan penyisiran dan pembersihan di sepanjang titik tumpahan.

Penyiraman sempat dilakukan di area rawan seperti Pertigaan Rancasalak. Namun, karena penyiraman justru membuat jalan semakin licin, upaya tersebut dihentikan sementara demi keselamatan pengguna jalan.

“Sebagai langkah pengamanan lanjutan, Kami juga memasang water barrier dan tolo-tolo di jalur kiri, tepat di Perempatan Kiara Dodot, yang merupakan akses utama menuju Tanjakan Kopi via Cijapati. Hal ini bertujuan untuk mencegah kendaraan melintasi jalur yang licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.” Kata Kapolsek.

Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat melewati wilayah tersebut.

Kapolsek Kadungora menyampaikan bahwa tindakan cepat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

“Kami imbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemui kondisi jalan yang membahayakan, agar bisa segera ditindaklanjuti bersama pihak terkait,” pungkasnya.

Dengan adanya upaya ini, diharapkan potensi kecelakaan lalu lintas dapat dicegah, dan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB