Perjalanan Kepler Sianturi Hingga Menjadi PAW Anggota DPRD Kota Tasikmalaya 

Senin, 17 Februari 2025 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kepler Sianturi, S.MG.,M.A dari Partai PDI-Perjuangan resmi menggantikan Muslim dalam pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Tasikmalaya masa jabatan 2024-2029.

Kepler menyebut akan mewujudkan cita-cita dan pokok-pokok pikiran Bung Karno sesuai dengan amanat PDI Perjuangan yaitu Trisakti (Berdaulat di bidang politik, Berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepler Sianturi, S.MG.,M.A pasca dilantik menjadi PAW anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (17/02/2025).

Pria kelahiran Medan 3 Oktober 1977 tersebut tidak hanya menjadi politisi Partai PDI Perjuangan, tapi juga menjadi Asesor, Dirut CV. Shimpony, Ketua Yayasan Shimpony yang bergerak di bidang pendidikan kesenian.

Histori Kepler sendiri di Kota Tasikmalaya patut diacungi jempol, pasalnya dirinya merintis menjadi politisi PDIP mulai dari akar rumput.

Kepler tahun 1999 pindah ke Tasikmalaya dan langsung aktif pada saat itu menjadi satgas di PDIP Tasikmalaya, lalu menjadi Ketua Ranting Empangsari.

Kemudian menjabat Ketua PAC Kecamatan Tawang, Wakil Ketua dan pernah menjadi Sekertaris DPC PDIP Kota Tasikmalaya, dan saat ini menjadi Ketua TMP (Taruna Merah Putih) yang merupakan sayap partai PDIP.

Tidak hanya itu, dalam bidang kesenian pun Kepler perlu diapresiasi dan perlu diperhitungkan khususnya bidang musik.

Secara organisasi, Kepler pernah menjadi Ketua DPC HIPKI (Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus), Wakil Sekertaris DPP HIPKI, Sekertaris DPC HILLSI (Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia) Kota Tasikmalaya.

Bahkan Kepler sempat menjadi Sekertaris Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Ketua DPC Martabe Kota Tasikmalaya, Pengurus KNPI, Pengurus FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Kota Tasikmalaya.

DPRD Kota Tasikmalaya kini sudah lengkap terisi 45 kursi setelah sebelumnya sempat terjadi kekosongan dia kursi.

Dengan penuh dedikasi dan kesabaran serta terus dimotivasi oleh istri tercintanya Eva Revina Sitorus. S.Sos dan anaknya si mata wayang, setelah 4 kali mencalonkan diri akhirnya terwujud masuk legislatif.

Menurut Kepler, ini merupakan hasil dari kesabaran revolusioner, tanggung jawab, dan berkarya di partai akhirnya kini membuahkan hasil yang baik.

“Saya mempunyai motivasi menjadi Wakil Rakyat adalah ingin membantu yang lemah dan membela yang benar,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Tasikmalaya Didesak Segera Jelaskan Status Lahan Cineam–Karangjaya, Minta GTRA Tampil ke Publik
Keren! Desa di Pakpak Bharat Ini Punya Formula Khusus Cetak Generasi Emas
Kepala SMK Negeri 1 Kota Tasikmalaya Ajak Siswa Menjadi Teladan dan Benteng Moral Generasi Muda
Aisyah Alwi Darmawan Raih Votes Tertinggi, Dinobatkan Sebagai Duta Genre Tulodo UIN SAIZU 2026
Tubuh yang Menyintas, Jiwa yang Membaca Kebebasan: Monolog “Kurông” Meretas Batas Penjara Moralitas
Pegang Teguh ‘Amanat Galunggung’, Ratusan Pelajar Tasikmalaya Meriahkan Festival Olahraga Tradisional
Diduga Tersinggung, Pria di Garut Tega Tusuk Ayah Tiri Hingga Meninggal Dunia
Warga Bandar Padang Mulai Geram, Ketua DPRD Inhu Desak Pemkab Segera Turun ke PT SML

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bupati Tasikmalaya Didesak Segera Jelaskan Status Lahan Cineam–Karangjaya, Minta GTRA Tampil ke Publik

Senin, 22 Juni 2026 - 12:02 WIB

Keren! Desa di Pakpak Bharat Ini Punya Formula Khusus Cetak Generasi Emas

Senin, 22 Juni 2026 - 11:45 WIB

Kepala SMK Negeri 1 Kota Tasikmalaya Ajak Siswa Menjadi Teladan dan Benteng Moral Generasi Muda

Senin, 22 Juni 2026 - 07:37 WIB

Aisyah Alwi Darmawan Raih Votes Tertinggi, Dinobatkan Sebagai Duta Genre Tulodo UIN SAIZU 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 07:22 WIB

Tubuh yang Menyintas, Jiwa yang Membaca Kebebasan: Monolog “Kurông” Meretas Batas Penjara Moralitas

Berita Terbaru