Tasikmalaya, MNP – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tasikmalaya menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi bertemakan jangan cari enak jadi anak, tunggu saatnya tiba dengan opening speech Dr Hj Atit Tajmiati Am.Keb S.Kep Ns.M.Pd.
Seminar yang berlangsung di Graha Asri tersebut juga mendatangkan narasumber Dr Lula Kamal .,M.sc serta Dendi Irawan S.pd M.PsI.,kons, Sabtu (21/12/2024).
Ketua IBI Tasikmalaya Dr Atit Tajmiati mengatakan, ini merupakan bentuk bakti IBI terhadap masalah yang terjadi akibat pengaruh online bebas yang banyak penafsiran atau respon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terutama remaja yang belum matang, bidan hampir setiap hari laporan tentang kelahiran anak usia dini,” ucap ketua IBI Tasikmalaya Dr Atit Tajmiati.
Menurutnya, IBI sendiri fokus layanannya adalah perempuan, dalam seluruh siklus kehidupan terutama remaja.
“Apalagi dalam mengahadapi perkawinan harus sehat harus kuat, harus diyakinkan fisik, nikah di bawah umur harus persiapan,” kata Atit Tajmiati.

Ia melanjutkan bahwa jika nikah dalam usia dini dan nikah siri berarti tidak ada perlindungan untuk perempuan, karena tak ada catatannya.
“Terlebih jika mempunyai anak yang tak bisa mempunyai akte kelahiran, sedangkan dari IBI tidak menginginkan hal seperti itu,” sebutnya.
Kemudian ancaman yang lebih berbahaya adalah kanker servic, selain kebersihan daripada sistem reproduksi genetalianya adanya hubungan sebelum usia 20 tahun.
Pasalnya, dibawah usia tersebut ada sel sambungan yang belum matang, makannya rentan kanker servic, sehingga harus di cegah.
Lantaran itulah, IBI Tasikmalaya menggelar acara seminar seperti ini untuk memberikan edukasi terbuka bagi orangtua, remaja atau nakes.
“Adapun peserta didominasi pelajar siswa SMP, SMA dan lebih banyaknya via zoom,” tandas Atit Tajmiati.
![]()
Penulis : Suslia
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan