TASIKMALAYA, MNP — Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKS) Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Guru Sekolah Dasar dengan tema “Merancang Pembelajaran STEM Secara Kontekstual, Kreatif dan Aplikatif di Sekolah Dasar”.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 9–11 September 2026, di Gedung Letjen Mashudi, Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Nampak hadir Kepala Dinas Pendidikan, Pimpinan Universitas Perjuangan, Kabid PGTK, Kabid PSD dan semua kepala sekolah dan guru yang ada di wilayah kecamatan Cihideung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dibuka secara resmi dan dihadiri para narasumber berkompeten, antara lain: A. Heru Sujod, S.Pd (kepala sekolah) Kendra Rodiyansyah, S.Pd., MM, (Kasi PGTK PAUD dan SD) Dr ( CAnd) Tri Agustini Solihati, M.Pd., Dr. H. Rojab Risman Taufik, S.Sos., M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya).
Narasumber lainnya, Lusi Ayu Gustari, M.Pd. (Pengawas Bina Sekolah Dasar), Ema Astri Muliasari, S.Pd., M.Pd. (Tim Pengembang Kurikulum SD Disdik Kota Tasikmalaya), serta Ely Elyakim, S.Pd. (Guru Sekolah Dasar).
Ketua Pelaksana kegiatan, Nita Puspitawati, M,Pd mengatakan kepada awak media bahwa peserta pelatihan berasal dari seluruh Sekolah Dasar negeri maupun swasta di lingkungan Kecamatan Cihideung.
Kegiatan serupa ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh FKKS Cihideung untuk para guru kelas atas maupun bawah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya mengajarkan konsep Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika secara teori yang terasa berat, melainkan bagaimana menerapkannya dengan alat-alat yang ada di sekitar lingkungan sekolah agar tidak membebani,” ujar Nita Puspitawati.
Ia menambahkan, pada hari kedua pelatihan juga disampaikan materi tentang media pembelajaran biaya rendah atau low cost, yaitu pemanfaatan benda-benda yang mudah ditemukan di sekitar sebagai sarana pembelajaran STEM. Dengan begitu, kelas dapat hidup penuh inovasi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Harapan utama dari kegiatan ini adalah para guru dapat mengaplikasikan langsung ilmu yang didapat ke dalam kelas masing-masing. Pembelajaran STEM diharapkan tidak sekadar menjadi istilah, melainkan nyata diterapkan dengan cara yang sederhana, kreatif, dan sesuai kondisi lingkungan anak didik,” ungkapnya.
Nita menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali para guru SD se-Kecamatan Cihideung agar mampu menerapkan pembelajaran berbasis STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) yang tidak hanya teoretis, melainkan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dan aplikatif, sehingga siswa tidak hanya menghafal, tetapi mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menciptakan karya nyata,” ujar Nita.
Di tempat sama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Risman Taufik, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya sangat mengapresiasi inisiatif FKKS Kecamatan Cihideung. Menurutnya, penguatan kualitas guru adalah kunci peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Pembelajaran STEM sangat relevan untuk membekali anak-anak menghadapi tantangan masa depan. Semangat inilah yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh jajaran pendidikan di Kota Tasikmalaya. Bagaimana belajar publik speaking ,poto graper, dan cinta bisa di terapkan pada anak-anak,” tegas Rojab.
Pelatihan ini diikuti ratusan guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Cihideung. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar STEM, perancangan modul ajar kontekstual, hingga praktik langsung pembuatan alat peraga sederhana.
Diharapkan setelah kegiatan ini, para guru dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing, sehingga kualitas pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar semakin meningkat dan melahirkan generasi yang siap berinovasi.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan