Sisa Waktu Kurang Dua Bulan, Bisakah Rekonstruksi Lanjutan Jalan Pasar Dramaga-Petir Rampung Sesuai Jadwal?

Minggu, 3 November 2024 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Pelaksanaan rekonstruksi ruas jalan Pasar Dramaga-Petir, seyogyanya sudah dimulai sejak 10 September yang lalu. Tetapi faktanya hingga kini, masih tertahan tanpa kegiatan utamanya di lapangan, yakni rekonstruksi dengan metode proyek betonisasi.

Kegiatan rekonstruksi jalan tersebut dibawah tanggung jawab penyedia jasa dari CV Talenta Karya Sakti, dengan konsultan pengawasnya PT Adhimascipta Dwipantara. Diamanahi mengelola APBD Kabupaten Bogor untuk jadi pelaksana kegiatan proyek tersebut sebesar hampir Rp 2,7 Miliar. Dengan durasi waktu pengerjaan 105 hari kalender, terhitung sejak 10 September 2024 sebagaimana tercantumkan di Plank informasi proyek.

Plank informasi proyek itu dipasang pada titik lokasi segmen 3 proyek. Di wilayah Desa Petir-Dramaga, yang akan dijadikan sebagai titik awal pengerjaannya sudah nampak dipasang di lokasi proyeknya dua minggu yang lalu ketika MNPotret hendak mendokumentasikan photo perkembangan dinamisnya, Kamis (24/10/2024).

Informasi yang dihimpun MNPotret, terhitung sejak digelarnya rakor kegiatan, di Kecamatan Dramaga, pada Rabu (2 Oktober lalu). Serta melalui komunikasi seluler dengan crew Penyedia Jasa proyek tersebut, via aplikasi What’s App pribadinya, juga intens dilakukan hingga hari Jum’at (1/11/2024) kemarin, sebelum akhirnya dimunculkan masalah baru via pihak eksternal penyedia jasanya.

Secara garis besar disimpulkan, penyebab molornya itu dominan karena faktor non teknis di lapangan. Adapun faktor dimaksud, menurut crew dari Penyedia Jasanya, Deandra, itu faktor penyebabnya banyak, mulai dari faktor keuangan di internal perusahaannya, harga Beton dari Batching Plant.

Selain itu, juga adanya urusan kordinasi rumit di lapangan dan lain-lain. Meski urusan kordinasi tersebut menurut bosnya, sudah diselesaikannya dengan semua pihak di acara rakor ketiga di kantor desa Petir, pada hari Jum’at (11/10/2024) yang lalu.

Faktor non teknis kordinasi yang dianggapnya rumit itu, karena bersifat kontributif – kolektif. Yang harus mereka lakukan untuk banyak pihak dari eksternal perusahaan, dengan motif pengamanan proyek.

Mulai dari kelompok mengatas namakan dirinya aliansi, itu berupa gabungan beberapa unsur ormas. Ada juga kelompok sopir angkot yang rute trayeknya merasa terganggu karena dibangun nya ruas jalan tersebut.

Ada pula dari pemerintahan setempat (Forkopimcam hingga Pemerintahan Desa terkaitnya : red), termasuk para Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa nya, yang wilayah desanya terlintasi pekerjaan proyek, berikut Kepala Desa terkainya.

Itu sebagaimana disampaikan Crew Penyedia Jasa, Deandra, ke MNPotret sebagai penjelasannya atas apa yang sudah disebutnya banyak pihak diatas tadi. Di Selasa sore (22/10/2024).

Sedangkan yang disampai kannya pada Kamis Pagi (31/10) itu sedikit berbeda. Dirinya mengakui adanya keterlambatan waktu mulai nya pengerjaan di lapangan, dan hal itu pun menurutnya sudah dibahas bersama di Dinas PUPR dalam rapat di hari Seninnya (28/10).

Pihak Penyedia Jasanya mengaku akan kejar progress kerjaan mereka minggu-minggu ini, berupa galian/pembobokan oprite bahu jalan. “Mengenai schedule mulai pengecoran dari pihaknya itu di tanggal 4 November, itu pun kalau tidak meleset,” kata Deandra.

Hal serupa itu disampaikan pula salah seorang Kades di kantornya pada Selasa Pagi (22/10/2024) lalu. Dirinya menjelaskan hal yang sama pada awak MNPotret, meski nampak sangat berat untuk menjelaskan hal tersebut ke awak media ini.

Hanya dari perwakilan kelompok sopir angkot lah yang berani jujur mengakui, adanya kordinasi kontributif yang dimaksud oleh pihak Penyedia Jasa.

Mengenai urusan kapan itu akan dimulainya pekerjaan rekonstruksi, pernah juga di sampaikan Deandra, bahwa dirinya akan memberi kabar jika pihaknya akan memulai pekerjaannya tersebut. Hal itu disampaikannya ke MNP via What’s App telepon, hari Sabtu malam (26/10/2024) yang lalu.

“Siap Pak, mudah-mudahan kalau gak di hari Senin Lusa ya hari Selasanya, Kita akan memulai pengerjaannya itu, Pak. Pokoknya begitu nanti akan mulai dikerjakan, Kita pasti akan kabarin ke Bapak ya,” begitu kurang lebihnya, yang telah disampaikannya via What’s App telepon pada awak MNPotret saat itu.

Sementara pihak pengamat wilayah kecamatannya, dari UPT Jalan Jembatan Kelas 1A Wilayah III Ciomas-Dinas PUPR Kab Bogor, Hadi, tidak lagi berkenan memberikan keterangan, tentang kenapa hingga apa penyebab masih mandegnya pengerjaan dari proyek di wilayah kerjanya itu.

Begitupun pihak DPUPR Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Mella, malah sama sekali tak merespons, ketika awak MNPotret coba hubungi kontaknya, untuk keperluan konfirmasi terkait hal yang sama hingga berita ini diturunkan.

Bahkan ada hal yang lebih mengherankan, ketika akan dimulainya pengerjaan awal kemarin, yakni pengopritean bahu jalannya. Tiba-tiba ada seseorang menelepon awak MNPotret, yang ternyata dia wartawan yang di beberapa jam sebelumnya itu sempat bertemu di Balai Desa Petir, dia sempat meminta nomor kontak awak MNPotret juga ketika bertemu diBalai Desa tersebut.

Dalam teleponnya tersebut, dia menanyakan MNPotret, tahu dari siapa kontak pihak Pelaksana Proyek di lokasi, hingga memberitahukan ke MNPotret bahwa kontraktor pelaksana proyek tersebut, adalah perusahaan pimred (Pimpinan Redaksi : red) di medianya.

Wartawan tersebut pun meminta awak MNPotret untuk tidak mengorek-ngorek kegiatan rekonstruksi jalan tersebut.

Apapun temuan di kegiatan proyeknya tersebut, dirinya meminta ke awak MNPotret agar konfirmasi kepadanya, jangan ke si Penyedia Jasa. Hal itu disampaikannya, via What’s App telepon dengan nada intimidatif dan volume suara sedikit tinggi.

“Begini Kang, Akang tau dari siapa nomor pelaksana dari proyek jalan Petir ini ? Terus katanya Akang neleponin ke dia dan meminta ketemuan, pelaksana nanya ke Saya ini pak Asep kenal gak katanya, dia beneran wartawan juga bukan, pas dia unjukin Poto profil WhatsApp Akang itu, Saya bilang iya, Saya kenal dan dia memang wartawan. Tolonglah Kang jangan gitu, Akang tahu gak, ini bendera perusahaan pak (D***n) bos saya,” ucap Wartawan itu di WhatsApp telepon, pada Jum’at petang (1/11/2024)

“Akang tahu Saya, juga bos saya kan Kang ? Akang nanti Saya kabari lagi untuk bisa ketemuan, sepertinya telah terjadi miss aja antara Kang Asep sama pelaksana proyek ni, Kang,” ungkapnya lagi.

Yang mengherankannya itu adalah, dia sendiri mengaku itu proyek perusahaan milik bosnya. Tetapi sebelumnya dia juga mengaku bertanya, ke pihak pelaksana proyek di lokasi tersebut, sebelum akhirnya meminta nomor si pelaksana tersebut, sempat menanyakan dulu dirinya itu pelaksana di proyek tersebut apa bukan.

Konteks uniknya masa iya, ke karyawan pada Perusahaan Bosnya sendiri tidak tahu, lalu kenapa baru sekarang dia mengawalkan proyek si bosnya itu, di awal waktu sebelumnya ke mana saja ?

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru