Tasikmalaya, MNP – Menjelang pilkada, money politik menjadi salah satu bahasan yang tidak henti menjadi perbincangan, baik di kalangan masyarakat, pemuda, bahkan mahasiswa.
Hal ini diakibatkan money politik merupakan problematika lima tahunan yang senantiasa menggejala di kalangan masyarakat.
Menyikapi itu, Muamar Khadapi Ketua Cabang Sapma Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk menolak money politik dalam pilkada 2024 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena hal ini akan menjadi kebiasaan buruk yang akan terus turun temurun bahkan menjadi habit dalam momentum 5 tahunan,” ucapnya, Selasa (24/09/2024).
Dirinya juga meminta kepada Bawaslu sebagai pengawas pemilu harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pilkada serentak 2024.
“Bukan hanya mensukseskan pemilu saja, tetapi secara konsisten memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait bahaya money politik,” cetusnya.
Dalam perspektifnya sebagai mahasiswa, politik uang ini disebabkan oleh ketakutan peserta pemilu jika mengalami kekurangan suara/ kekalahan.
“Saya ibaratkan seperti ini, Peserta pemilu dalam melakukan kampanye pasti mengeluarkan banyak dana dan juga waktu. seperti kegiatan berinvestasi,” tutur Muamar Khadapi.
Dia menyebut, dalam menyongsong kemajuan kota Tasikmalaya, harus diawali dengan cara yang bersih dalam berpolitik dengan menolak money politik.
“Artinya, kita memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk memilih dengan hati nurani, Memilih karena gagasan dan program kerja yang baik. Bukan dengan seberapa besar nominal yang diberikan,” ujarnya.
Hal ini akan menjadi pencapaian yang baik untuk menjadikan masyarakat lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Tidak akan ada lagi keterpaksaan karena alasan telah menerima uang.
“Ya, tapi akan ada kepuasan sebagai masyarakat yang berpartisipasi sebagai masyarakat yang memiliki hak dan kemerdekaan yang utuh,” pungkas Muamar Khadapi.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan