Kota Tasikmalaya Rawan Politik Uang, Muamar Khadapi Minta Bawaslu Kawal Pilwalkot 2024

Selasa, 24 September 2024 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Menjelang pilkada, money politik menjadi salah satu bahasan yang tidak henti menjadi perbincangan, baik di kalangan masyarakat, pemuda, bahkan mahasiswa.

Hal ini diakibatkan money politik merupakan problematika lima tahunan yang senantiasa menggejala di kalangan masyarakat.

Menyikapi itu, Muamar Khadapi Ketua Cabang Sapma Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk menolak money politik dalam pilkada 2024 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

“Karena hal ini akan menjadi kebiasaan buruk yang akan terus turun temurun bahkan menjadi habit dalam momentum 5 tahunan,” ucapnya, Selasa (24/09/2024).

Dirinya juga meminta kepada Bawaslu sebagai pengawas pemilu harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pilkada serentak 2024.

“Bukan hanya mensukseskan pemilu saja, tetapi secara konsisten memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait bahaya money politik,” cetusnya.

Dalam perspektifnya sebagai mahasiswa, politik uang ini disebabkan oleh ketakutan peserta pemilu jika mengalami kekurangan suara/ kekalahan.

“Saya ibaratkan seperti ini, Peserta pemilu dalam melakukan kampanye pasti mengeluarkan banyak dana dan juga waktu. seperti kegiatan berinvestasi,” tutur Muamar Khadapi.

Dia menyebut, dalam menyongsong kemajuan kota Tasikmalaya, harus diawali dengan cara yang bersih dalam berpolitik dengan menolak money politik.

“Artinya, kita memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk memilih dengan hati nurani, Memilih karena gagasan dan program kerja yang baik. Bukan dengan seberapa besar nominal yang diberikan,” ujarnya.

Hal ini akan menjadi pencapaian yang baik untuk menjadikan masyarakat lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Tidak akan ada lagi keterpaksaan karena alasan telah menerima uang.

“Ya, tapi akan ada kepuasan sebagai masyarakat yang berpartisipasi sebagai masyarakat yang memiliki hak dan kemerdekaan yang utuh,” pungkas Muamar Khadapi.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru