Bogor, MNP – Sarana urgent kelengkapan gedung sekolah kerap dipandang sepele, bahkan dianggap tidak penting, salah satunya sarana MCK (Mandi Cuci Kakus).
Tentu bagi sebagian yang dibenaknya tak memandang penting kesehatan sanitasi lingkungan sekolah, sepele bagi mereka. Padahal sangat penting bagi sebagian yang lain, yang terbiasa menjaga kesehatan lingkungannya.
Seperti MCK di SDN 04 Sukamanah, Kecamatan Jasinga-Kab Bogor. Kondisinya sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak, seakan dipandang tak perlu diperhatikan siapa pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang guru di lokasi gedung SDN 04 Sukamanah menyatakan, bahwa kondisi yang terpampang di gedung sekolahnya, memang sudah lama kurang perhatian.
Dari dahulu sebelum sekolahnya itu dipimpin Popon Fatonah, terakhir kalinya pernah ada pemeliharaan, tidak pernah ada perbaikan MCK lagi.
“Kalau WC-nya sebenarnya sudah dibenerin sama Pak Dito , iya itu dalam realisasi pemeliharaan dulu,” ungkap guru yang enggan disebutkan namanya, Rabu (31/7/2024).
Karena kondisi sanitasinya itulah, tambahnya, peserta didik sekolahnya sejumlah 133, harus menumpang ke MCK Mushala yang berada di dekat gedung sekolah.
Di MCK Mushala tersebutlah, semua penghuni sekolah di SDN 04 Sukamanah itu ikut “ke belakang” (buang Hajat Besar maupun Hajat Kecil, mereka lakukan di Mushala tersebut) hingga saat ini.
Pihaknya berharap, PemKab Bogor, khususnya dari Dinas Pendidikan, harus sesegera mungkin ambil satu langkah solutif yang tepat.
Pasalnya, ketika para peserta didiknya hendak ke MCK Mushala itu harus menyeberang jalanan dahulu, sehingga riskan jika sampai terjadi kecelakaan.
“Mudah-mudahan deh cepat dibangun ya Bang, biar SDN 04 ini lebih bagus, siswanya bisa merasa aman, nyaman juga di dalam menjalankan proses KBM-nya,” harapnya.
“Riskanlah, kalau menyeberang jalan ya, posisinya itu kan di belokan begitu. Kita tidak selalu tahu jika tiba-tiba ada kendaraan melintas begitu, kadang kan suka ada pengendara motor yang jalannya ngebut, pokok nya riskan kecelakaan deh,” tandasnya.
Di pemberitaan sebelumnya sempat dibahas, mengenai KaBid SarPras di Disdik Kab Bogor, Warman Ghaisan. Di beberapa waktu lalu pernah menyatakan hendak melaku kan pengecekan ke SDN 04 Sukamanah dengan timnya, guna menindaklanjuti kabar kondisi SDN 04 Sukamanah tersebut.
“Wa’alaikumsalaam, siap terima kasih infonya. Saya atau tim akan ceck ke lokasi ya,” kata Warman menjawab konfirmasi via pesan What’s App pribadinya, pada Sabtu (29/6/2024) yang lalu.
Namun sayangya, ternyata hingga berita ini diturunkan pun, masih belum ada info kelanjutan dari pihaknya di Dinas Pendidikan tersebut. Sementara kondisi di SDN 04 Sukamanah, yang sudah terbilang memprihatinkan.
Itu tak hanya MCK-nya saja, sebab satu ruang kelas-nya juga sudah tidak berfungsi total, untuk Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah. Ruang kelas tersebut amat telantar dan tampak sangat kumuh.
Dari pantauan langsung tim lintas media wilayah Bogor Barat, dalam lokasi sekolah itu masih ada ruangan kelas lainnya. Yakni Dua ruangan yang masih aktif digunakan, untuk menjalankan proses kegiatan belajar mengajar.
Namun kondisinya pun jauh dari kata layak, karena pada bagian plafonnya sudah tak menjamin keamanan, untuk kenyamanan – keselamatan para peserta didiknya, serta para guru di sekolahnya itu.
Itulah ironis berbanding terbaliknya, di tubuh Disdik Kab Bogor telah ditemukan BPK-RI ada dugaan korupsi sekitar Rp.504 Miliar (yang dikabarkan tidak lama lagi penanganan kasusnya akan diambil alih oleh KPK-RI) itu, sedangkan gedung sekolah di bawah otoritas kerjanya masih ada yang kondisinya seperti itu.
![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan