Ciamis, MNP – Mahasiswa Universitas Perjuangan (Unper) Kota Tasikmalaya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, tepatnya ke Curug Seda, Selasa (31/07/2024).
Dalam misi observasi tersebut, peserta KKN bekerjasama dengan Owner rumah makan Jembar dan komunitas Jeep memberikan masukan positif bagi perkembangan destinasi wisata Curug Seda.
Camat Cihaurbeuti Drs Yoyo Sutaryo M.Si mengucapkan terimakasih kepada owner Rumah Makan Jembar yang telah menginisiasi pendapatnya terkait jalan tembusan dari Cihaurbeuti ke wilayah Curug Seda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini suatu kebanggaan buat kami, karena memang untuk Curug seda walaupun sudah dikenal namanya tapi belum banyak yang mengenal, belum tahu jalannya, tapi dengan kegiatan ini tentunya menjadi satu perhatian yang luar biasa,” kata Yoyo Sutaryo.
Pihaknya berharap kedepan jalur menuju Curug Seda akan lebih dikenal sehingga tentunya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, destinasi wisata di wilayah kecamatan Cihaurbeuti luar biasa banyak sekali, dari 11 desa terdapat sekitar 17 titik destinasi wisata dan beberapa destinasi wisata sudah mendapat SK Bupati Ciamis,” terang Camat.
Menurutnya, keberadaan destinasi wisata akan berdampak signifikan bagi perekonomian para pelaku UMKM, apalagi potensi UMKM di wilayah kecamatan Cihaurbeuti, sangat luar biasa, hampir di tiap desa sudah memiliki produk unggulan.
Yoyo Sutaryo ingin kedepannya untuk masalah survei ini tidak hanya dua desa, tapi seluruh desa yang ada di wilayah kecamatan Cihaurbeuti, karena ada juga produk unggulan warga Cihaurbeuti.
“Contohnya di Pasir Tamiang maupun Padamulya terdapat produk rumahan seperti kue kering/kerupuk sengsara dan yang lainnya sangat berpengaruh kepada UMKM yang ada di wilayah kecamatan Cihaurbeuti,” harap Camat.
Owner Rumah Makan Jembar H Zaenal Muttaqin,SE mengatakan, pihaknya melihat potensi besar di wilayah Cihaurbeuti untuk dijadikan destinasi wisata, khususnya di desa Padamulya punya Curug Seda.
Dia menjelaskan, titik fokus perjalanan ke Curug Seda melewati beberapa area dua desa yaitu pasir Tamiang dan Padamulya.
“Khusus Padamulya punya destinasi potensi yang besar, belum tergali. Semoga dengan kegiatan ini sebagai awal untuk membuka khususnya warga Padamulya juga Pasir Tamiang untuk memanfaatkan destinasi yang ada saat sekarang ini yaitu Curug Seda,” ungkapnya.
Lantaran itu, H Zenal Mutaqqin sengaja mengundang komunitas Jeep yang nantinya akan kerjasama untuk perjalanan ke Curug Seda, karena kalau lewat pejalan kaki/naik motor cukup berat, banyak tanjakan dan titik lokasi di daerah tinggi gunung.
Zenal Mutaqqin menyebut, selain menjadikan Padamulya destinasi wisata juga ingin mengangkat UMKM setempat yang mempunyai ladang pertanian di sekitar objek wisata.
“Banyak produk UMKM yang dijual, bisa dijadikan oleh oleh untuk para wisatawan yang berkunjung ke Curug Seda,” jelas Zenal Mutaqqin.
Syahrul Ramdani Nugraha (Kormades) KKN Unper 2024 menerangkan, pihaknya saat ini melakukan misi dari kampus dan ditempatkan berposisi di desa Padamulya dalam rangka membangun desa ini.
“Kami sudah genap 8 hari di sini sampai 35 hari kedepan, kita melihat banyak yang harus dikembangkan mulai bidang ekonomi, pendidikan kelembagaan, kita juga fokus dalam pengembangan tani dan desa wisata,” beber Syahrul.
Hasil pengamatan mahasiswa KKN, yang paling mencolok di desa Padamulya yaitu pertanian dan wisata.
“Kami juga sudah observasi ke kolam kandang JF, ke sungai Ciharus Curug Seda, Puncak Asih dan melakukan sosialisasi bagaimana pengembangan desa wisata ini kepada kelompok pengelola wisata di dusun Seda Kidul,” terang Syahrul.
Sesuai arahan Kampus Unper untuk memberikan solusi problematika dan hasil observasi di Desa Padamulya ini yang bermasalah itu dalam hal pertanian dan wisata.
“Tapi alhamdulillah di desa Padamulya untuk kendala tidak begitu banyak cuma beberapa kendala pengenalan observasi saja, selebihnya warga di sini ramah tamah menyambut baik,” kata dia.
Bahkan lanjut Syahrul, kemarin mahasiswa KKN sudah observasi ke enam dusun yang ada di desa Padamulya dan mendapat sambutan baik.
“Harapannya dengan adanya KKN ini memberikan manfaat kepada masyarakat setempat fam kami pun dalam menjalankan KKN mendapatkan ilmu lapangan yang tidak ada di kampus,” ujarnya.
Ivany Gustiny : Pendamping Rehsos Dinas Sosial Kab. Ciamis mengaku senang bisa ikut observasi bersama mahasiswa KKN Unper Kota Tasikmalaya.
“Harapan kami cuma masalah jalan atau jalur yang harus lebih diutamakan, supaya mudah buat akses ke area wisata tempat tujuan,” pungkas Ivany.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan