FWBB Soroti Banyak Kejanggalan Realisasi APBD Kab Bogor di UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah IV Ciampea

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Pengalokasian anggaran dari APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2024 yang sudah digelontorkan untuk kegiatan UPTD Pengelolaan Sampah, di wilayah IV Ciampea patut dipertanyakan.

Pasalnya, diketahui dalam peruntukan realisasi APBD tersebut terkesan janggal, yakni dengan cara dipecah – pecah ke dalam beberapa item.

Sedangkan dari item – itemnya tersebut bermuara pada satu target item saja, yaitu buat peralatan/sarana penunjang kegiatan serupa, yakni pengadaan material untuk penunjang kebutuhan pemeliharaan (perawatan), bagi alat Angkutan Sampah di UPTD tersebut.

Dalam penelusuran media ini, dari sejumlah kegiatan pengadaan yang diketahui, ada tiga item yang menarik perhatian, yakni yang terkait belanja beberapa material penunjang kebutuhan UPTD tersebut.

Yang Pertama ialah, Belanja Bahan Bakar dan Pelumas untuk UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah IV Ciampea, dengan besaran pagu anggaran Rp1,3 Miliar.

Yang Kedua adalah, Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan Darat Kendaraan Bermotor UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah IV Ciampea, dengan besaran pagu anggaran Rp 1 Miliar.

Dan yang Ketiganya adalah, Belanja Suku Cadang Alat Angkutan UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah IV Ciampea, dengan besaran pagu anggaran Rp 549 Juta.

Saat mencoba memintai keterangan dari Ka UPTD tersebut, Atang, diketahui sudah pensiun dari Dinasnya, selaku Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah IV Ciampea tersebut hanya bisa mengarahkan awak media ini, untuk mencoba mengonfirmasikan urusan tersebut dengan Cecep, yang diketahui sebagai Ka. Subbag TU di UPTD.

Namun sayangnya, Ketika dicoba dihubungi via WhatsApp pribadinya, Cecep juga masih belum bisa memberi penjelasan, terkait apa yang dipertanyakan awak media ini bersama crew dari FWBB (Forum Wartawan Bogor Bersatu), selain jawaban berikut ini, Rabu (17/7/2024) kemarin.

“Baik pak, nanti dijelaskan di saat bertemu ya,” jawabnya, singkat.

Loading

Penulis : Asep Didi/Derry

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Waspadai Celah Spekulatif Penyimpangan Realisasi Proyek Relokasi Kabel FO oleh Oknum Pelaksana di Wilayah Kota Bogor?
Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II
Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI
Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI
Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’
Mengenal Kakek Yuyun: Pengamen ‘Borju’ dari Pemalang, Sang Maestro Lagu Lawas
Dony Oekon Bekali Masyarakat Cara Urus Rekomendasi BBM Subsidi Non-Barcode di Tasikmalaya
Diduga Pungli! Poswaspal Enrekang Tarik Retribusi di Jalan Nasional, LMR-RI: Perbup Tak Punya Kewenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:05 WIB

Waspadai Celah Spekulatif Penyimpangan Realisasi Proyek Relokasi Kabel FO oleh Oknum Pelaksana di Wilayah Kota Bogor?

Selasa, 28 April 2026 - 17:44 WIB

Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II

Selasa, 28 April 2026 - 15:41 WIB

Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:27 WIB

Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:02 WIB

Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’

Berita Terbaru