TPSS Liar Hegar Rasa Desa Ciherang – Dramaga Resmi Ditutup

Kamis, 2 Oktober 2025 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNPSetelah lebih kurang Empat bulan berselang (terhitung dari 29 Mei hingga saat ini), TPSS Liar di tengah-tengah pemukiman padat, wilayah Kp. Hegar Rasa RT 004-005 RW 002, Desa Ciherang Kec Dramaga Kab Bogor, resmi ditutup pihak Desa beserta pengurus dan warga wilyah setempat kemarin, Rabu (1//10/2025).

Hal tersebut diketahui dari Ketua RT 005/02, Kaurpem Desa Ciherang dan Kepala UPT-PS DLH dari Wilayah IV Ciampea, melalui akun WA Pribadinya masing-masing, saat dikonfirmasikan MNP perihal dinamika sterilisasi TPSS Liar tersebut, secara estafet.

Ketua RT 005/002 Kp Hegar Rasa, Kurniadi menyatakan bahwa, kegiatan di TPSS itu sudah dihentikan dan resmi ditutup oleh pihaknya, serta pemdes Ciherang dan UPT – PS DLH Wilyah IV Ciampea, hari Rabu ini (1/10/2025).

Ditambahkannya mengenai volume sampah, memang belum semuanya terangkut oleh armada truk angkutan sampah dari UPT-PS, begitu pun yang masih di TPSS itu sendiri, sebab untuk semua itu pihaknya terbentur sikon anggaran yang tidak sedikit jumlahnya.

Hingga diturunkannya lagi berita terkait TPSS ini, baru terangkut 8 truk sampah di lokasi tersebut. Anggaran yang telah dihabiskan buat kegiatan tersebut, Ketua RT mengaku tidak tahu persis, hanya dengar informasinya dari pihak Pemdes itu telah menghabiskan anggaran di kisaran Rp 10 Juta.

Respon warga di wilayahnya, cukup positif dengan ditutupnya TPSS Liar tersebut, meski tetap masih ada sebagian kecil warga yang kontra.

Terpisah, KaurPem Desa Ciherang, Ikin, mejelaskan. Nyaris senada dengan info dari Ketua RT tadi, menurut Ikin, material sampah tadi memang belum semuanya terselesaikan, masih nyisa sampah yang masih harus disterilkan/diangkut.

“Total sampah yang sudah dapat diangkut sebanyak 8 truk. Penutupan dilakukan pihak pemdes Ciherang bersama pengurus di Wilayah RT-RW dan warganya,”jelasnya.

Adapun bea atau anggaran yang dihabiskan, untuk giat tersebut, yang mencakup upah kerja harian (HOK) ke para pekerja yang menggali hingga mewadahi sampah ke kantung-kantung tempat sampah.

Selain itu, untuk pengadaan kantung-kantung sampah, pengadaan peralatan untuk penunjang kegiatan, hingga pembuatan spanduk untuk plank pengumuman resmi penutupannya dll, itu sudah menghabiskan anggaran di kisaran Rp 10 Juta-an.

Ikin melanjutkan, mengenai respons warga, sebagian besar menyambut sangat baik. Seiring dengan solusi yang sudah direncanakan dan dilaksanakan oleh para pengurus wilayah setempat nya.

Melalui kordinasi serta permohonan pengangkutan nya secara resmi pada UPT DLH Kab. Bogor, yang akan terus menangani masalah sampah di wilayah mereka tersebut.

Juga tersedianya alat untuk pembakaran sampah, diharapkan dapat menjadi solusi tambahan, terutama untuk bisa secara intensif dan efektif, mampu sterilkan sampah-sampah sisa di TPSS Liar tersebut.

Kedepannya, hal itu akan dilakukan oleh Satgassus Pengelolaan Sampah, dari wilayah RW 002 yang telah terbentuk. Untuk informasi lengkap tentang rencana ke depannya, tentang sampah rumah tangga akan dikelola secara mandiri, oleh semua pengurus wilayah (RT-RW). Demikian penjelasan dari Ikin, selaku Kepala Urusan Pemerintahan wilayah Desa Ciherang, pada media ini.

Terpisah, Kepala UPT PS IV DLH, Doni Romdoni, turut menjelaskan. Menurutnya, untuk kedepannya, terkait urusan tersebut tadi, akan dilakukan kerjasama antar pengelola sampah wilayah RW, dengan UPT PS, terkait pengangkutan sampahnya tersebut.

Sedangkan dari beberapa orang warga setempat, tak lupa menghaturkan banyak terima kasih, atas bantuan dan kiprah nyata, disertai tindakan dan pengorbanan wartawan MNPotret, yang telah secara intensif serta rela turun langsung lokasi, ikut berjibaku kotor-kotoran mengurus urusan sampah mereka.

Mulai dari bantuan Fikiran dan Tenaga, Materi, hingga memfasilitasi jalan kordinasi pada pihak terkait termasuk pada UPTPS DLH Wilayah IV Ciampea, serta pemberitaan di MN Potret.

“Kita sangat bersyukur dan berterimakasih atas segala bantuan dari Pak Aaep, Kita ini bangga kenal wartawan seperti Bapak, yang bukan hanya mampu mengoreksi dan mengkritisi urusan Kita disini, tapi mau untuk turun langsung berjibaku dengan Kita, menangani tumpukan sampah di TPSS ini, bahkan juga mampu menghadirkan solusi nyata untuk Kita kini. Kami harap, para wartawan lain mau dan mampu ikutin jejak dan sepak terjang dari Bapak begini, Pak,” ungkapnya mereka polos.

Loading

Berita Terkait

Gagal Beraksi, Polsek Limbangan Amankan Dua Pelaku Curanmor
Warga Jangan Terprovokasi, Tokoh Adat Tiga Desa Bantah Isu PT JJAA Cemari Sungai
Uskup Palangka Raya Resmi Tetapkan Paroki Santo Petrus Hayaping
Wisuda UNIGA Angkatan ke-XLIII Gelombang I, Lemhannas RI Dorong Lulusan Berkontribusi bagi Daerah dan Nasional
Polemik Dapur SPPG Sidorejo: Beroperasi Tanpa Izin Sanitasi, Camat dan Dinkes Berbeda Keterangan
Munggahan: Antara Tradisi Suci dan Gaya Hidup Modern, Saatnya Kembali ke Esensi Menyambut Ramadan
Bupati Garut Soroti Kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Pemuda
Wujudkan Zona Integritas, Lapas Kendal Berikan Sosialisasi Bagi CPNS & Peserta Magang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 12:02 WIB

Gagal Beraksi, Polsek Limbangan Amankan Dua Pelaku Curanmor

Senin, 16 Februari 2026 - 09:42 WIB

Warga Jangan Terprovokasi, Tokoh Adat Tiga Desa Bantah Isu PT JJAA Cemari Sungai

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:34 WIB

Uskup Palangka Raya Resmi Tetapkan Paroki Santo Petrus Hayaping

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:49 WIB

Wisuda UNIGA Angkatan ke-XLIII Gelombang I, Lemhannas RI Dorong Lulusan Berkontribusi bagi Daerah dan Nasional

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:41 WIB

Polemik Dapur SPPG Sidorejo: Beroperasi Tanpa Izin Sanitasi, Camat dan Dinkes Berbeda Keterangan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gagal Beraksi, Polsek Limbangan Amankan Dua Pelaku Curanmor

Senin, 16 Feb 2026 - 12:02 WIB

Barito Timur

Uskup Palangka Raya Resmi Tetapkan Paroki Santo Petrus Hayaping

Minggu, 15 Feb 2026 - 13:34 WIB