Pj Bupati Bartim Berterimakasih Atas Informasi Awak Media Terkait Permasalahan Tambang

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Laporan warga Desa Dorong terkait aktivitas galian tambang batu bara PT. Sejahtera Laju Sentosa (SLS) yang berjarak 18 meter dari jalan poros yang menghubungkan Tamiang Layang – Hayaping dan dikhawatirkan berpotensi longsor mendapat perhatian dari Wakil Menteri (Wamen) KLHK , Tim Gakkum, Kepala Desa Dorong, Ormas Fordayak serta aktivis pegiat lingkungan hidup.

Menanggapi perihal tersebut, Pj. Bupati Bartim, Indra Gunawan menyampaikan terimakasih kepada para awak media yang telah menyampaikan informasi atas permasalahan maupun keluhan warga di wilayah yang dipimpinnya.

“Pertama sejak dikeluarkannya berita tersebut, kami sudah koordinasi antar Forkompinda dan hari pertama berita itu ditayangkan sudah turun ke lapangan dari Pabung juga reskrim, itu adalah hasil dari koordinasi kami dan pak jaksa juga,” ucap Indra.

Lebih lanjut dikatakan Pj bupati, bahwasanya dengan dasar informasi tersebut kami turun ke lapangan, dan kami ucapkan terima kasih nih dari media sudah menginformasikan sejauh mana proses daripada pertambangan yang ada di kabupaten Barito Timur.

“Jadi tetap semangat, itu dalam proses kami untuk koordinasi lebih lanjut. Saya pada prinsipnya begini, kita bekerja semuanya satu sama lain tanpa adanya gesekan dan bersinergi,” terang Indra.

Menurutnya, pemerintah, perusahaan dan masyarakat harus berbuat dan dengan tanggung jawab atas segala yang sudah terjadi namun dengan mengutamakan sinergi dan kerjasama yang baik.

“Saya sebagai pimpinan di kabupaten Barito Timur, bahwasanya perlindungan, keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah yang pertama. Kalau bisa dikomunikasikan dan tanpa adanya gesekan, tanpa adanya apa pertentangan dan satu sama lain,” jelas Indra.

Dirinya juga menegaskan agar pihak perusahaan maupun masyarakat bisa menjalin hubungan baik tanpa ada gesekan maupun miskomunikasi.

Menurut PJ Bupati, kalau ada komunikasi yang masih belum bagus dan adanya miskomunikasi, maka komunikasi itu hendaknya di fasilitasi.

“Dan kami sebagai pemerintah daerah pada prinsipnya memfasilitasi (solusi -Red) hubungan yang kurang baik, hubungan yang mempunyai miskomunikasi atau satu sama lain itu aja, dan teman-teman membantu informasi itu semua dan kami ucapkan terimakasih,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Waspadai Celah Spekulatif Penyimpangan Realisasi Proyek Relokasi Kabel FO oleh Oknum Pelaksana di Wilayah Kota Bogor?
Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II
Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI
Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI
Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’
Mengenal Kakek Yuyun: Pengamen ‘Borju’ dari Pemalang, Sang Maestro Lagu Lawas
Dony Oekon Bekali Masyarakat Cara Urus Rekomendasi BBM Subsidi Non-Barcode di Tasikmalaya
Diduga Pungli! Poswaspal Enrekang Tarik Retribusi di Jalan Nasional, LMR-RI: Perbup Tak Punya Kewenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:05 WIB

Waspadai Celah Spekulatif Penyimpangan Realisasi Proyek Relokasi Kabel FO oleh Oknum Pelaksana di Wilayah Kota Bogor?

Selasa, 28 April 2026 - 17:44 WIB

Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II

Selasa, 28 April 2026 - 15:41 WIB

Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:27 WIB

Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:02 WIB

Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’

Berita Terbaru