Edukasi Masyarakat, Hj Nurhayati bersama BKKBN Adakan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting 

Jumat, 5 Juli 2024 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Hj Nurhayati Anggota Komisi IX DPRRI bekerjasama dengan BKKBN menggelar acara Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.

Mayang Mariana dari BKKBN Provinsi Jawa Barat mengatakan, kegiatan ini sebagai edukasi menyampaikan informasi terkait percepatan penurunan stunting.

“Agar warga juga tahu bahwa stunting itu apa, mulai dari pengertian, definisi, penyebab, dampak jangka panjang sampai pencegahannya bagaimana,” jelas Mayang, Jumat (05/07/2024).

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat bisa cerdas dan bisa segera melakukan intervensi sedini mungkin, mulai dari masa calon pengantin.

“Tahun 2024 sebanyak 14% itu harus bisa kita capai bersama, ini target nasional tiap daerah sesuai amanat presiden. Namun, penanganannya harus dilakukan secara konvergensi bersama lintas sektor, semuanya saling bekerja sama, tidak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.

Sementara itu,  Camat Bungursari Sodik Sunandi mengaku sangat mendukung atas kunjungan Hi Nurhayati dari Komisi IX DPRRI.

“Setiap ada program pusat provinsi sangat kami respon. Alhamdulillah di Bungursari ada penurunan 10,15 persen. Sementara untuk kelurahan Bantarsari semakin sedikit,” ucapnya.

Intinya lanjut Sodik, pihak Kecamatan Bungursari selalu mengimbau dan berkolaborasi dengan semua unsur, khususnya para kader, RW dan RT dan pihak lainnya.

“Kami selalu kolaborasi penurunan stunting, edukasi masyarakat. Salah satunya terkait sanitasi akses air bersih. Kami akan usulkan minta bantuan ke Provinsi Jabar untuk mewujudkan jamban sehat,” bebernya.

Ditempat sama, Lurah Bantarsari Yanuar Yoan Nugraha menyebut, sosialisasi ini sejalan dengan program Pemkot khususnya Kelurahan Bantarsari, pasalnya terang Yanuar, angka stunting tinggi sekitar 86 orang.

“Langkah dari kami, untuk penurunan stunting adalah sanitasi harus sehat.  Salah satunya adalah pembangunan septik tank pribadi. Banyak warga belum punya sendiri, jadi banyak yang  membuang ke sungai. Ini adalah salah satu penyebab stunting,” pungkasnya.

Nampak hadir dalam acara tersebut, Plt Kepala DPPKBP3A Kota Tasikmalaya, Kapus Bantar, unsur Muspika Bungursari, para kader dan tamu undangan lainnya.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!
Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan
Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan
Karang Taruna Kota Tasikmalaya Mengkritik Pelibatan Pemuda dalam Agenda Publik
Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?
Kepala KUA Malangbong Perkuat Sinergitas dengan Insan Pers, Pelayanan Publik Tuai Apresiasi
Soal Dugaan Afiliasi Anggota DPRD, GPI Tuntut Legalitas Penggalian PT Agatha Grup
Hari Santri Tanpa GP Ansor, Pemkot Tasik Disentil: Kami Santri Mbah Hasyim, Bukan Santri Kekuasaan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Karang Taruna Kota Tasikmalaya Mengkritik Pelibatan Pemuda dalam Agenda Publik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?

Berita Terbaru

Berita terbaru

Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:31 WIB

Ilustrasi

Barito Timur

Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:39 WIB