Tasikmalaya, MNP – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) merupakan organisasi mandatori, dalam artian yang diberikan mandat oleh Permendagri.
Di Kota Tasikmalaya sendiri Forum tersebut sudah terbentuk di triwulan keempat, sesuai dengan aturan yang ada.
FKDM Kota Tasikmalaya sudah mulai melaksanakan tugasnya yaitu bersama-sama dengan para lurah dan para Kasitartib melaksanakan Rapat Koordinasi di salah satu hotel Kota Tasikmalaya, Rabu (27/12/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ade Hendar Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya mengatakan, memang kewaspadaan dini harus dibangun bersama-sama, tidak bisa berdiri sendiri dan harus bersama-sama dengan aspek kewilayahan baik itu dari sisi ideologis, politik, ekonomi, budaya pertahanan, keamanan ini pun harus di bangun.
“Sehingga pesan pesan nanti apa yang menjadi bahan bahaya bisa terdeteksi secara awal melalui forum ini,” tutur Ade Hendar selaku inisiator Rakor FKDM.
Terkait dengan apa yang harus diwaspadai, Ade Hendar menyampaikan bahwa Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang bisa menghambat jalannya stabilitas.
“Yang harus di waspadai itu adalah ATHG, yang akan menghambat jalannya stabilitas nasional di daerah, apapun bentuknya dari semua sisi itu bisa terdeteksi sejak awal sehingga bisa diselesaikan sejak awal,” jelas Ade.
Dirinya menyebut, bahwa kebutuhan akan kewaspadaan ini menjadi tanggung jawab bersama, pasalnya rasa aman itu tidak bisa diciptakan oleh sendiri, stabilitas tidak bisa diciptakan satu pihak, tetapi harus semuanya.
“Sehingga outputnya supaya Kota Tasikmalaya bisa berjalan dalam pembangunan, karena melaksanakan pemerintahan itu dibutuhkan syarat, yaitu utamanya adalah kondisi stabilitas nasional di daerah,” tegasnya.
Disinggung dengan kondisi malam hari di kota Tasikmalaya terkait dengan berandalan bermotor, Ade Hendar mengatakan dengan FKDM ini bisa menjadi salah satu dalam pengantisipasian.
“Nah termasuk salah satunya itu melalui forum kewaspadaan dini masyarakat ini, informasinya harus sampai dulu, kepada mereka nah kalau sudah sampai informasinya,” ungkap Ade.
“Apa yang harus dilakukan minimal mereka mengetahui informasinya, apa masalahnya, kemudian nanti mapping nya bagaimana, sehingga minimal di wilayahnya masing-masing bisa mengantisipasi,” tambahnya.
Selain yang Kesbangpol lakukan dari unsur kewilayahan, pihaknya juga bersama-sama dengan ormas-ormas yang tercatat khususnya di ruang otomotif roda dua, komunitas-komunitas ini dikomunikasikan.
Mitra Kesbangpol dihimbau untuk bersama-sama mengantisipasi apa yang disebut dengan gerombolan bermotor. Jadi ada kontak-kontak sudah dan sambutannya positif.
“Karena memang tercatat di kita surat keterangan terdaftar dan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas keamanan khususnya berlalu lintas di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan