Tasikmalaya, MNP – Terkait isu yang dibawa Exponen 96 saat audiensi, Agus Wahyudin wakil ketua DPRD kota Tasikmalaya angkat bicara.
Dirinya menyikapi kasus tersebut dan mengakui bahwasanya pernah terjadi di Tasikmalaya
“Gini, peristiwa-peristiwa di Tasikmalaya yang mengatasnamakan agama itu selalu dicap sebagai kondisi yang intoleran, kita mengalami itu beberapa tahun ke belakang Alhamdulillah sudah reda dan kita juga pernah mendapatkan penghargaan,” ucap Agus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dengan kondisi yang terbaru ada yang menganggap bahwa Tasikmalaya itu sebagai Kota Intoleran, salah satunya peristiwa kemarin dengan pembatalan salah satu konser.
Pihaknya mengakui bahwa secara umum memang ini harus disikapi oleh pemerintah, artinya pemerintah itu di dalamnya adalah DPRD dan Pemerintah kota Tasikmalaya.
“Karena ini sudah wilayah kewenangan Pemkot, maka sesungguhnya ini menjadi kewenangan Pemkot,” kata politikus PPP ini.
“Sebab itu, hasil audiens rekomendasikan kepada ketua DPRD supaya mengirim surat kepada Pemkot agar Pemkot menyatakan bahwa Kota Tasik ini masih aman investasi, masih aman segala sesuatu masih kota toleran,” ucap Kang AW sapaan akrabnya.
Dia menerangkan, ini menjadi point penting yang harus dijaga bersama sama, tidak saja oleh pemerintah tetapi oleh seluruh elemen masyarakat yang ada di Tasikmalaya.
“Di dalamnya ada ormas, LSM, dan lainnya, semua pihak harus menjaga kondusifitas kota Tasikmalaya. Kondusifitas ini menjadi penting menjadi mahal karena menjadi tolak ukur kemajuan segala macam,” jelasnya.
Adapun lanjut Kang AW, waktu ini harus secepatnya, dengan polemik polemik yang ada.
“Letupan letupan yang kecil itu harus disikapi dengan cepat oleh pemerintah, karena letupan letupan ini akan berdampak besar,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Sus
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan