26 Sekolah di Garut Ikuti LCC Permuseuman, Meriahkan Hari Jadi Museum RAA Adiwijaya

Kamis, 16 Januari 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Sebanyak 18 sekolah dari jenjang SMP/Mts dan 8 sekolah dari jenjang SD/MI di Kabupaten Garut mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Permuseuman “Murdi Nomor Wahid”.

Acara tersebut dalam rangka Hari Jadi Museum RAA Adiwijaya Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Art Center, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (16/1/2025).

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sekdisparbud) Kabupaten Garut, Mia Herlina, menyambut baik kegiatan LCC permuseuman yang diselenggarakan oleh Museum RAA Adiwijaya ini.

Ia berharap ke depan pihaknya bisa berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut maupun pihak lain, agar kegiatan ini bisa lebih meriah lagi.

“Harapan ke depan tadi ya kita lebih ingin tersosialisasikan lagi, lebih ingin diketahui bahwa setiap tahun kita ada dilombakan lomba cerdas cermat, sehingga dapat diikuti tadi tidak hanya oleh sebagian pesertanya, walaupun tadi pesertanya sudah lumayan, tetapi dilihat masih banyak juga mungkin SD atau SMP yang belum mengikuti,” jelasnya.

“Jadi kedepannya mudah-mudahan semua SD yang ada di Kabupaten Garut maupun SMP mengikuti acara ini karena memang acara ini bagus sekalian untuk mengingat warisan budaya kita terdahulu,” ujar Mia.

Ia pun menilai kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka mengenalkan bahwa Kabupaten Garut memiliki museum yang dinamai Museum RAA Adiwijaya, yang didalamnya terdapat benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan lain sebagainya.

“Upaya ke depannya insha Allah mohon izin karena kami mewakili tapi insha Allah kita akan mendukung terkait dengan kegiatan ini. Tadi juga hadir Pak Dewan, dan insha Allah Pak Dewan juga akan mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana LCC Permuseuman “Murid Nomor Wahid”, Ino Sukarno, menuturkan, jika LCC tahun ini merupakan kali kedua, di mana untuk LCC yang perdana dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Museum Internasional pada bulan Mei.

Ia pun menerangkan jika sedianya kegiatan LCC tahun ini akan diselenggarakan pada bulan November tahun lalu, namun karena bentrok dengan kalender pendidikan, hingga akhirnya LCC Permuseuman ke-2 ini baru bisa dilaksanakan pada bulan Januari 2025.

Kegiatan ini diharapkan bisa dilanjutkan terus, khususnya oleh Museum RAA Adiwijaya dalam rangka memperkenalkan keberadaan museum itu sendiri beserta koleksinya dan konten-konten di museum tersebut.

“Karena konten di Kabupaten Garut ini sangat banyak sekali, tapi belum bisa ditampung semuanya di museum, makanya mungkin ada replika-replika naskah-naskah kuno yang masih terceceran, tidak ditarik, kenapa tidak ditarik? karena masih belum memungkinkan untuk pemeliharaan dan lain sebagainya,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan kehadiran LCC permuseuman ini digelar untuk mendorong atau memantik berbagai pihak agar peduli terhadap keberadaan Museum RAA Adiwijaya dan juga mengenalkan keberadaan Museum RAA Adiwijaya kepada generasi penerus.

Maka pihaknya mencoba dengan kegiatan semacam ini, brainstorming atau menguji wawasan adik-adik di bidang permuseuman, baik itu mengenai koleksi-koleksi yang ada di museum itu sendiri, sejarah mengenai Kabupaten Garut sendiri maupun sejarah secara umum tentang kebudayaan atau pergerakan di Indonesia ini.

“Karena kita coba memperkenalkan atau belajar dari masa lalu, supaya bisa berkaca dari masa lalu untuk bisa menapak lebih baik ke depan,” tandasnya.

Agar kegiatan ini bisa terus berlanjut, kata Ino, pihaknya pun menyediakan Piala Bergilir Bupati Garut untuk setiap jenjang, dan Ia pun berharap kegiatan ini bisa terus terlaksana serta lebih baik lagi.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Hari Lingkungan Hidup, Aliansi Peduli Organisasi Bakal Hijaukan 1.500 Masjid di Kota Tasikmalaya
Kelompok Tani Brigade Pangan Sungai Cenaku Terima Alat Panen Padi ‘Combine Harvester’
Ribuan KPM Desa Malangbong Terima Bantuan Pangan Non Tunai
Gen Z Enrekang Diajak Melek Digital: Bapenda-BI Kenalkan QRIS di SMAN 2, Transaksi Cukup “Scan”
Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Matangkan Langkah Penanganan Stunting Berbasis Data
Pemdes Campang Tiga Salurkan Bantuan Pangan, 685 KPM Terima Beras dan Minyak Goreng
Rakor Tapal Batas, Pemkab Pakpak Bharat Pastikan Hak Usaha Masyarakat di Kawasan Hutan Aman
Dugaan Proyek Fiktif di Desa Pangkan, Modus Pinjam Perusahaan, Relasi Kekuasaan hingga Tumpang Tindih Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:50 WIB

Hari Lingkungan Hidup, Aliansi Peduli Organisasi Bakal Hijaukan 1.500 Masjid di Kota Tasikmalaya

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:19 WIB

Kelompok Tani Brigade Pangan Sungai Cenaku Terima Alat Panen Padi ‘Combine Harvester’

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:57 WIB

Ribuan KPM Desa Malangbong Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:12 WIB

Gen Z Enrekang Diajak Melek Digital: Bapenda-BI Kenalkan QRIS di SMAN 2, Transaksi Cukup “Scan”

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:00 WIB

Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Matangkan Langkah Penanganan Stunting Berbasis Data

Berita Terbaru

Berita terbaru

Ribuan KPM Desa Malangbong Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:57 WIB