17 KPM di Kelurahan Sukanegla Menyatakan Graduasi dari PKH

Rabu, 9 Juli 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Sebanyak 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Sukanegla menyatakan graduasi dalam program Program Keluarga Harapan (PKH).

Hal tersebut dilaksanakan dalam acara Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dynamix bagi KPM PKH Kelurahan Sukanegla yang berlangsung di MI Panagan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (9/7/2025).

Graduasi ini menjadi cerminan nyata dari kesadaran dan kemauan KPM untuk mandiri secara ekonomi, tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah, sekaligus menorehkan prestasi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, menjelaskan bahwa P2K2 Dynamix merupakan pengembangan dari P2K2 yang selama ini dilaksanakan oleh para pendamping PKH.

Ia menuturkan, bahwa P2K2 ini bersifat lebih fleksibel dengan mengundang beberapa narasumber dari berbagai stakeholder mulai dari SKPD hingga perguruan tinggi.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan bapak-bapak dan ibu-ibu, dengan harapan outputnya adalah graduasi,” ungkap Aji.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas graduasi 17 KPM di Kelurahan Sukanegla. Aji memaparkan, bahwa graduasi ini merupakan sebuah hasil dari kesadaran para KPM PKH untuk bisa mandiri dan tidak terus menerus dibantu oleh pemerintah.

Secara keseluruhan di Kabupaten Garut, sudah ada 1.125 KPM yang berhasil graduasi. Aji Sukarmaji menekankan bahwa ini merupakan salah satu prestasi para pendamping PKH.

“Para pendamping PKH menandatangani Pakta Integritas dengan Kepala Dinas Sosial, yang mana mereka harus bisa menggraduasi minimal 10 orang KPM. Jadi, semua dituntut, baik yang dari Margawati, Sukamenteri, maupun di Kecamatan Garut Kota, untuk bisa membawa graduasi,” tegasnya.

Aji Sukarmaji juga menyoroti pentingnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang saat ini sedang dalam proses ground check oleh para pendamping PKH. Di Kabupaten Garut, terdapat 188.384 KPM yang harus di-ground check untuk DTSEN.

Data ini merupakan gabungan dari tiga data utama: Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data P3KE, dan data Registrasi Sosial Ekonomi di BPS.

“Alhamdulillah, di Kabupaten Garut sudah dilaksanakan ground check DTSEN. Hasilnya, bantuan kedua nanti akan menggunakan data DTSEN. Ke depannya, pemerintah pusat akan menjadikan DTSEN sebagai pedoman data kemiskinan,” jelasnya.

Lurah Sukanegla, Cecep Nurdiansah, turut mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan graduasi ini. Cecep menerangkan, bahwa jumlah masyarakat di Kelurahan Sukanegla terdiri dari 2.730 KK, dan yang mendapatkan bantuan ada sebanyak 853 KPM, di antaranya penerima PKH sebanyak 346 KPM.

Cecep Nurdiansah menyampaikan terima kasih kepada 17 KPM yang telah memutuskan untuk mandiri. Ia berharap, ke depannya masyarakat tersebut bisa lebih berkembang menjadi lebih sejahtera.

“Tentunya saya selaku Pemerintah Kelurahan mengucapkan terima kasih kepada 17 orang ini, karena mereka ingin mandiri, ingin bisa lebih meningkatkan kesejahteraannya, dan mungkin mereka sudah bisa lebih sejahtera.

Akhirnya mereka memutuskan, tanpa ada paksaan, untuk graduasi sehingga ke depannya mereka bisa mandiri dalam perekonomiannya,” pungkas Cecep Nurdiansah.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dari Ruang Redaksi ke Kampus, SWI dan UMJ Bangun Masa Depan Wartawan Indonesia
Pelayanan DLH Enrekang Amburadul: Sampah Tak Diangkut, Warga Buang Sembarangan di BNI dan Pasar
Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Tambak Galang Dana, Siapkan Perlombaan
Jaga Kesehatan, Ibu-ibu RT 02/RW 01 Desa Tambak Rutin Olahraga Bola Voli 
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung
TMMD Ke-129, Kodim Tasikmalaya dan PLN Pasang KWH Listrik untuk Warga Parungponteng
Sempat Tutup Dua Minggu, Togel di Batang Asam Kembali Buka: Ada Apa APH Polres Tanjabbar?
Pasca Identifikasi Tim INAFIS, Misteri Mayat di Tol KM 306 Pemalang Akhirnya Terkuak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Dari Ruang Redaksi ke Kampus, SWI dan UMJ Bangun Masa Depan Wartawan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Pelayanan DLH Enrekang Amburadul: Sampah Tak Diangkut, Warga Buang Sembarangan di BNI dan Pasar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Tambak Galang Dana, Siapkan Perlombaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Jaga Kesehatan, Ibu-ibu RT 02/RW 01 Desa Tambak Rutin Olahraga Bola Voli 

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:21 WIB