112 Kepala Desa Enrekang Audiensi dengan Pemkab, Cari Solusi Keterlambatan Siltap dan ADD

Senin, 22 September 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Sebanyak 112 Kepala Desa dari 12 kecamatan se-Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melakukan audiensi dan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten setempat pada Senin, 22 September 2025.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan mendesak, terutama terkait keterlambatan penyaluran tunjangan (Siltap) bagi aparat desa dan penundaan penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) tahap kedua tahun 2024.

Kepala Desa yang tergabung dalam Koordinator Kecamatan Persatuan Kepala Desa (PKD) Enrekang meminta kejelasan mengenai regulasi dan penyebab penundaan tersebut, yang dinilai telah menghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan di desa.

Mereka berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang tepat dan efektif untuk mengatasi permasalahan ini.

Bupati Enrekang, Muh Yusuf Ritangnga, mengakui kondisi keuangan daerah yang sedang sulit dan pelik.

“Kondisinya lagi sulit, hanya Rp 10 miliar kemampuan daerah bayar utang, itupun tidak cukup,” ujar Bupati Ritangnga.

Beliau juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya untuk mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan keuangan ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Andi Tenri Liwang menyebut bahwa utang Kabupaten Enrekang mencapai ratusan miliar.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik, termasuk memprioritaskan pembayaran utang yang paling mendesak.

“Kita sangat-sangat mengharapkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk solusi. Namun, Wabup tidak menampik bahwa banyak utang yang kita bayar dulu yang sangat penting,” jelas Andi Tenri Liwang.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran untuk membayar utang dan membangun infrastruktur.

“Sementara utang yang pemda cukup besar kurang lebih 500 ratusan juta sedangkan Rp 20 miliar lebih itu untuk membangun. Jadi kita sabar dulu, bagaimana kita cari solusinya,” kata Andi Tenri Liwang.

Beliau berharap agar masyarakat dapat memahami kondisi keuangan daerah yang sedang sulit inindan kemampuan Pemda hanya bisa mengalokasikan 10 milyar untuk bayar utang

Audiensi ini diharapkan dapat menjadi jalan untuk menemukan titik terang dan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah desa, sehingga hak-hak aparat desa dan kelancaran pembangunan di tingkat desa dapat segera terpenuhi.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dan memprioritaskan pembayaran utang yang paling mendesak, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Enrekang.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD
Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura Desak Kejaksaan Selidiki Tata Kelola Yayasan Penerima Dana MBG
Pemdes Campaka Garut Gelar Musdes LPJ BUMDes Jaya Mandiri Semester I 2026
KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?
“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat
SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan
Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji
Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura Desak Kejaksaan Selidiki Tata Kelola Yayasan Penerima Dana MBG

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pemdes Campaka Garut Gelar Musdes LPJ BUMDes Jaya Mandiri Semester I 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat

Berita Terbaru

Berita terbaru

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Okt 2026 - 14:54 WIB