TASIKMALAYA, MNP – Dalam upaya menciptakan generasi lanjut usia (lansia) yang sehat, mandiri, dan berdaya guna, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya resmi meluncurkan program Sekolah Lansia Tangguh (Sela).
Acara peresmian ini berlangsung khidmat di Aula PPKBP3A Kota Tasikmalaya pada Senin, 10 Maret 2026.
Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang diimplementasikan di tingkat daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid DalDuk PPKBP3A Kota Tasikmalaya, Eko Yulianto, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia ini menyasar warga berusia 60 tahun ke atas. Tujuannya adalah untuk membekali mereka agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik di masa tua.
“Diharapkan para lansia di atas 60 tahun ini menjadi sehat lahir batin, mandiri, dan tidak bergantung kepada anak, saudara, atau tetangga. Mereka tetap aktif melaksanakan kegiatan tanpa terganggu permasalahan penyakit, serta tetap produktif,” ujar Eko kepada awak media.
Antusiasme Tinggi dari Berbagai WilayahMeskipun baru diresmikan secara formal, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat luar biasa.
Saat ini, peserta yang hadir mencakup perwakilan dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Cihideung, Tawang, Bungursari, Purbaratu dan Cipedes.
Eko juga memberikan apresiasi kepada Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang secara mandiri telah memulai kegiatan serupa sejak Januari lalu.
Ia berharap ke depannya program ini bisa menjangkau seluruh kecamatan hingga tingkat kelurahan di Kota Tasikmalaya, meski pelaksanaannya akan tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Mengenai teknis pelaksanaan, Eko memaparkan bahwa sekolah ini dirancang agar tidak membebani peserta.
Beberapa poin teknisnya antara lain Aspek Keterangan Frekuensi Pertemuan Sementara dilaksanakan satu bulan sekali. Lokasi Kelas Fleksibel, dapat dilakukan secara indoor (ruang kelas) maupun outdoor (luar ruangan) dan Kapasitas Minimal 30 orang per kelas.
Sifat Kegiatan Dilakukan secara sukarela dengan dukungan pendampingan dari pengelola program.
“Di Cipedes saat ini sudah ada 30 orang yang siap. Kami terus melakukan rekrutmen bagi siapa saja yang berminat mengikuti sekolah lansia ini,” tutup Eko.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan