Wujudkan Lansia Tangguh, Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya Resmi Launching Sekolah Lansia

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Dalam upaya menciptakan generasi lanjut usia (lansia) yang sehat, mandiri, dan berdaya guna, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya resmi meluncurkan program Sekolah Lansia Tangguh (Sela).

Acara peresmian ini berlangsung khidmat di Aula PPKBP3A Kota Tasikmalaya pada Senin, 10 Maret 2026.

Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang diimplementasikan di tingkat daerah.

Kabid DalDuk PPKBP3A Kota Tasikmalaya, Eko Yulianto, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia ini menyasar warga berusia 60 tahun ke atas. Tujuannya adalah untuk membekali mereka agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik di masa tua.

“Diharapkan para lansia di atas 60 tahun ini menjadi sehat lahir batin, mandiri, dan tidak bergantung kepada anak, saudara, atau tetangga. Mereka tetap aktif melaksanakan kegiatan tanpa terganggu permasalahan penyakit, serta tetap produktif,” ujar Eko kepada awak media.

Antusiasme Tinggi dari Berbagai WilayahMeskipun baru diresmikan secara formal, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat luar biasa.

Saat ini, peserta yang hadir mencakup perwakilan dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Cihideung, Tawang, Bungursari, Purbaratu dan Cipedes.

Eko juga memberikan apresiasi kepada Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang secara mandiri telah memulai kegiatan serupa sejak Januari lalu.

Ia berharap ke depannya program ini bisa menjangkau seluruh kecamatan hingga tingkat kelurahan di Kota Tasikmalaya, meski pelaksanaannya akan tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Mengenai teknis pelaksanaan, Eko memaparkan bahwa sekolah ini dirancang agar tidak membebani peserta.

Beberapa poin teknisnya antara lain Aspek Keterangan Frekuensi Pertemuan Sementara dilaksanakan satu bulan sekali. Lokasi Kelas Fleksibel, dapat dilakukan secara indoor (ruang kelas) maupun outdoor (luar ruangan) dan Kapasitas Minimal 30 orang per kelas.

Sifat Kegiatan Dilakukan secara sukarela dengan dukungan pendampingan dari pengelola program.

“Di Cipedes saat ini sudah ada 30 orang yang siap. Kami terus melakukan rekrutmen bagi siapa saja yang berminat mengikuti sekolah lansia ini,” tutup Eko.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sat Polairud Bersama Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet
Beri Arahan Jajaran, Karutan Jakarta Pusat: Bekerja Wajib Sesuai SOP dan Humanis
Semua Pulang Bawa Hadiah, Serunya Perayaan HUT RI di Perum Baitul Marhamah 2 Cisalak
Olah TKP Ulang: Kuasa Hukum Sebut Terlapor Tidak Konsisten, Korban Desak Kepastian Hukum
Pengawasan Diduga Lengah, Kontruksi Drainase Trotoar Jalan Raya Cifor Terkesan Asal-asalan 
Dukung Program Pemerintah, Polres Pakpak Bharat Bersama Warga Panen Raya Komoditas Jagung
Vibe Positif Maulid Nabi di SMPN 1 Petarukan, Gen Z Diajak Teladani Rasulullah
Antrean Mengular, Warga Protes! Marak Praktik ‘Ngangsu’ BBM Subsidi di SPBU Pemalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Sat Polairud Bersama Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Beri Arahan Jajaran, Karutan Jakarta Pusat: Bekerja Wajib Sesuai SOP dan Humanis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Semua Pulang Bawa Hadiah, Serunya Perayaan HUT RI di Perum Baitul Marhamah 2 Cisalak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Olah TKP Ulang: Kuasa Hukum Sebut Terlapor Tidak Konsisten, Korban Desak Kepastian Hukum

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Pengawasan Diduga Lengah, Kontruksi Drainase Trotoar Jalan Raya Cifor Terkesan Asal-asalan 

Berita Terbaru