Tasikmalaya, MNP – Sejumlah warga di Jalan Taman Harapan, Kp. Margamulya, Kota Tasikmalaya, diduga menjadi korban modus penipuan baru berkedok vendor Go-Pay.
Modus ini menggunakan iming-iming pemberian sembako sebagai pancingan untuk mengambil data pribadi warga, termasuk KTP dan foto verifikasi wajah.
Kejadian ini terungkap pada Sabtu (27/09/2025). Menurut keterangan Mimih Esih (56), ada sekitar empat orang yang mendatangi kampung mereka untuk mensosialisasikan program pemberian sembako berupa minyak goreng dan sabun cuci piring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 15 warga, mayoritas ibu-ibu, kemudian dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan diminta berfoto untuk proses verifikasi.
Teten Sutendi (38), seorang tokoh pemuda setempat, sempat mendatangi lokasi. Ia menyaksikan para petugas menyuruh warga membawa KTP dan difoto dengan instruksi mata berkedip-kedip, yang disebut sebagai verifikasi untuk penerimaan sembako dan bonus.
Kecurigaan Teten membuatnya menghubungi istrinya, Nopi Nursarimatin (33), seorang aktivis masyarakat. Nopi sempat terlibat adu mulut dengan para petugas, mempertanyakan prosedur mereka.
Pihak petugas mengklaim telah menyerahkan surat tugas perusahaan vendor pihak ketiga Go-Pay kepada Teten, namun Teten membantah hal tersebut.
Tak lama setelah Nopi meninggalkan lokasi untuk urusan pekerjaan, para petugas tersebut menghilang. “Pas ditanya ke warga dan suami saya, ternyata Surat Tugas mereka tidak ada. Mereka juga tidak meninggalkan alamat kantor atau nomor telepon,” ungkap Nopi.
Petugas hanya sempat memberikan KTP mereka untuk difoto oleh warga karena desakan, bukan diperlihatkan secara sukarela.
Nopi Nursarimatin, yang juga pemilik Warung Nasi “Jengkol Lado”, menyuarakan kekhawatiran mendalam. Ia menghimbau warganya untuk berhati-hati terhadap orang asing yang masuk tanpa tujuan yang jelas.
“Data pribadi warga saya sudah difoto, dan warga sendiri difoto kedip-kedip (verifikasi muka). Itu kan mirip modus pinjaman online (pinjol),” tegas Nopi.
Ia khawatir data pribadi warga, terutama ibu-ibu yang tidak paham teknologi, disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok bantuan atau program.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan