Warga Keluhkan Kualitas Proyek Rekonstruksi Jalan oleh CV Hang Tuang

Kamis, 29 September 2022 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Candipuro, MNP – Kualitas pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Titiwangi-Trimomukti (029), yang dikerjakan CV Hang Tuah dari dana APBD kabupaten Lampung Selatan dipertanyakan sejumlah pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak media, proyek peningkatan jalan dengan kontruksi rabat beton dan hot mix dengan panjang 1350 meter di wilayah kecamatan Candipuro, jalan penghubung antara desa Bumijaya-desa Trimomukti itu kondisinya sudah mulai terlihat banyak retakan.

Dengan pagu Rp 1.9079.788.311,42,- nomor kontrak 133/KTR/KONS-BM/DPUPR/LS/APBD/2022 tersebut, Proyek ini dinilai menghamburkan uang negara, pasalnya hasil pekerjaan tidak memuaskan.

Terkait banyaknya pemberitaan minor tentang sejumlah dugaan pekerjaan yang asal jadi maupun asal-asalan ini, maka pihak media kembali kroscek ke lapangan.

Hasilnya mengagetkan, karena ditemukan banyak retakan-retakan jalan rabat beton yang sudah jadi pada sebagian jalan ini, retakan ini juga banyak yang ditambal semen kembali oleh pihak rekanan, tapi disinyalir hanya lapisan atas saja yang tertutup, namun kondisi dibawahnya diduga tetap belah atau retak sampai dasar cor.

Pihak media juga mengkonfirmasi kepada masyarakat setempat salah satunya inisial AS (43), warga desa Bumijaya dusun 01. Dirinya atas nama masyarakat setempat kecewa dengan hasil proyek pembangunan jalan rabat beton tersebut, sebab masyarakat banyak menemukan keretakan atau patahan badan jalan.

“Kalau menurut saya kinerjanya kurang bagus mas dari pihak kontraktor yang mengerjakan jalan ini,” ungkap warga, Rani (28/09/2022).

Dia mengaku pihak rekanan tidak memperhatikan material base sebagai pendasaran. Sebab, pendasarannya tidak rata yang bisa menyebabkan keretakan pada badan jalan.

“Seharusnya dilindas dengan alat berat lagi biar rata pendasarannya. Kemudian, material base sebagai pendasaran harus disiram sebelum di cor untuk menghindari keretakan,” sarannya.

“Kalau saya lihat ini bukan sambungan mas, kalo sambungan masih wajar lah mas, tapi ini belah mas rabat betonnya, mungkin ini konstruksinya yang kurang bagus,” tambah warga.

“Memang pengerjaan masih berjalan. Tapi, bagian yang sudah dikerjakan banyak yang retak. Jelas, masyarakat tidak puas dengan proyek yang nilainya miliaran itu,” sambung warga lagi.

Kepala Dusun 01 desa Bumijaya, inisial AW menyebut, selain rabat beton yang ditemukan banyak retakan, juga untuk jembatan gorong-gorong yang dikerjakan juga sangat disayangkan, karena posisi gorong-gorong tidak tepat, arahnya menikung tidak lurus dengan saluran kali.

“Kami selaku masyarakat sekitar sangat khawatir karena posisi jalan dan jembatan yang sedang dibangun itu sangat labil dan rawan terendam banjir, karena memang saat musim hujan sering banjir sampai ke badan jalan,” bebernya.

Menurutnya, posisi gorong-gorong yang tidak lurus itu jelas tidak fungsi untuk mengalirkan air, begitupun jika air deras dari sisi sebelah kiri menabrak dinding tanah sebelah jembatan, karena tidak ada penahannya atau pondasi, akibat posisi kali dan gorong-gorong yang tidak lurus.

“Semenjak ada pekerjaan jalan ini, tidak ada yg pernah datang kerumah saya atau pemberitahuan mau kerja disini atau ke balai desa Bumijaya menemui saya, itu tidak ada mas, kalau izin atau tidaknya ke kepala desa saya kurang paham mas,” tutupnya. (JJ).

Loading

Berita Terkait

Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!
Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan
Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan
Karang Taruna Kota Tasikmalaya Mengkritik Pelibatan Pemuda dalam Agenda Publik
Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?
Kepala KUA Malangbong Perkuat Sinergitas dengan Insan Pers, Pelayanan Publik Tuai Apresiasi
Soal Dugaan Afiliasi Anggota DPRD, GPI Tuntut Legalitas Penggalian PT Agatha Grup
Hari Santri Tanpa GP Ansor, Pemkot Tasik Disentil: Kami Santri Mbah Hasyim, Bukan Santri Kekuasaan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Karang Taruna Kota Tasikmalaya Mengkritik Pelibatan Pemuda dalam Agenda Publik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?

Berita Terbaru

Berita terbaru

Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:31 WIB

Ilustrasi

Barito Timur

Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:39 WIB