TASIKMALAYA, MNP – Tradisi Walimatus Safar kembali menjadi ruang sakral yang sarat makna bagi masyarakat Muslim, sebagai ikhtiar spiritual sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Kamis, 15 Januari 2026, Elis Lisnawati, Ketua Kota/Kabupaten Tasikmalaya Ormas Budaya Manggala Garuda Putih, menggelar Walimatus Safar di Sekretariat organisasi yang beralamat di Jalan Cikunir–Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Acara tersebut dihadiri oleh para budayawan, ulama, tokoh masyarakat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, pengurus Ormas Budaya Manggala Garuda Putih, keluarga, serta para undangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal hingga akhir, suasana terasa khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta keikhlasan yang menjadi ruh utama dari tradisi Walimatus Safar.
Walimatus Safar merupakan tradisi luhur yang hidup di tengah masyarakat Muslim, berisi doa bersama, tausiyah, saling memaafkan, serta makan bersama.
Lebih dari sekadar prosesi pamitan, tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memohon doa restu, agar perjalanan ibadah umroh yang akan ditempuh senantiasa diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan, serta diterima oleh Allah SWT sesuai tuntunan syariat Islam.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya meluruskan niat, menjaga kesabaran, serta menjunjung tinggi adab dan akhlak selama berada di Tanah Suci.
Pesan-pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah umroh bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin yang menuntut keikhlasan, ketulusan, dan pengendalian diri.
Dalam sambutannya, Elis Lisnawati menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas karunia Allah SWT yang telah memberinya kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh.
Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin atas segala khilaf dan kekurangan yang mungkin pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak.
“Saya memohon doa dari semuanya, semoga perjalanan ibadah umroh ini diberikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran, serta saya dapat menjalankannya dengan penuh kekhusyukan dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” tutur Elis dengan suara bergetar penuh haru.
Ia juga berharap doa-doa yang dipanjatkan menjadi bekal spiritual, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga membawa keberkahan bagi keluarga besar serta Ormas Budaya Manggala Garuda Putih yang dipimpinnya.
Menurutnya, restu dan doa dari keluarga, sahabat, serta para tokoh merupakan kekuatan batin yang sangat berarti dalam setiap perjalanan ibadah.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Perguruan Pencak Silat Ligar Kencana, Nizar AR, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keteladanan Elis Lisnawati sebagai pemimpin organisasi.
“Beliau adalah sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi dan layak dijadikan teladan. Ramah, tegas, serta berwibawa. Semoga perjalanan beliau ke Tanah Suci senantiasa aman dan nyaman, serta kembali dengan selamat dan mampu membimbing kami menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Acara Walimatus Safar ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Tanah Suci adalah perjalanan hati, yang sepatutnya diawali dengan niat tulus, silaturahmi yang erat, serta saling memaafkan demi meraih ridha Allah SWT.
![]()
Penulis : Arrie Haryadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan