Tasikmalaya, MNP – Walikota Tasikmalaya Muhammad Yusuf soroti pembangunan tahun anggaran 2021 di Kecamatan Mangkubumi.
Pasalnya, saat saat meresmikan kegiatan, Walikota dikejutkan dengan statement Lurah Karikil yang menyebut hasil pembangunan jelek.
Hal itu terkuak saat Walikota menanyakan terkait pekerjaan bangunan yang sudah selesai. Namun Lurah Karikil Ijang Saepuloh mengeluh, karena pasca pembangunan, air masih tetap masuk ruang pelayananan ketika hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permasalahan masih tetap sama, ketika pembangunan selesai, kantor kelurahan Karikil tetep masuk air disaat hujan, akibat luapan karena tidak adanya drenase,” ungkap Lurah Ijang.
Mendengar itu, Walikota langsung perintahkan Kadis PUTR yang kebetulan hadir untuk mengecek penyebab air masuk ke kantor pelayanan Kelurahan Karikil.
“Saya minta cek oleh dinas, pelaksananya siapa, takutnya yang disampaikan oleh Lurah Karikil itu tidak masuk ke struktur dalam pembangunan itu, hingga terjadi banjir,” tegas Walikota.
“Lihat lagi gambar awal (bestek, red), kalau memang terjadi kesalahan, maka (kontraktor, red) akan kita tegur, kalau perlu kita coret saja, jangan dikasih pekerjaan,” imbuhnya.
Setelah investigasi ke lapangan, permasalahan itu dibenarkan Sekretaris Kelurahan Karikil Rohayati, SH.
“Jika terjadi hujan memang di kantor kelurahan sering terjadi banjir, air tersebut masuk dari depan, karena kurangnya saluran drenase dan disebrang kantor tidak ada sistem drainase yang habis dibangun oleh masyarakat,” tandas Rohayati.
Sebagai informasi, Walikota Tasikmalaya meresmikan kegiatan hasil pembangunan Kecamatan Kawalu dan Mangkubumi tahun anggaran 2021 diselenggarakan di area halaman Puskesmas Sambongpari Kecamatan Mangkubumi.
Sebanyak 383 kegiatan pembangunan di kecamatan Mangkubumi dan kecamatan Kawalu telah dibangun. Adapun rinciannya 265 kegiatan di kecamatan Kawalu dan 127 di kecamatan Mangkubumi. (Lex).
![]()









Tinggalkan Balasan