Enrekang, MNP – Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (Kosabangsa) menggelar pelatihan pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) sekaligus pemasaran digital di Desa Tungka, Kecamatan Enrekang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah kelapa menjadi VCO, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan pemasaran digital yang efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, petani dapat meningkatkan nilai jual produk mereka dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Tim Kosabangsa Unimen sendiri dipimpin oleh Wilda Widiwati sebagai ketua, bersama Nur Syawal dan Yunus Bussa sebagai anggota.
Mereka turun langsung ke lapangan bersama tim pendamping dari Unhas untuk membimbing para petani. Wilda menilai Desa Tungka memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah, hanya saja masyarakat masih menjualnya dalam bentuk mentah.
“Kalau hanya dijual mentah, harganya rendah. Tapi ketika diolah jadi VCO, nilainya bisa naik berlipat dan memberi keuntungan nyata bagi masyarakat,” tutur Wilda belum lama ini.

Nur Syawal menekankan bahwa produksi saja tidak cukup tanpa ditunjang kemampuan pemasaran. Menurutnya, digital marketing harus dikuasai agar produk lokal bisa menembus pasar lebih luas.
“Produksi penting, tapi pemasaran jauh lebih menentukan. Dengan digital marketing, produk VCO dari Tungka bisa dikenal luas bahkan sampai keluar daerah,” ujarnya.
Yunus Bussa menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan peluang usaha baru. Ia optimistis, tren permintaan produk alami membuat VCO memiliki prospek cerah di pasaran.
“Kami ingin pelatihan ini berdampak langsung. Pasar VCO cukup menjanjikan, tinggal bagaimana kelompok tani memanfaatkannya dengan konsisten dan serius,” ungkap Yunus.
Perwakilan Kelompok Tani Makmur Desa Tungka mengaku sangat terbantu dengan adanya program Kosabangsa melalui Unimen dan Unhas. Mereka menyebut kegiatan ini membuka wawasan baru bagi petani untuk meningkatkan nilai jual kelapa.
“Selama ini kelapa hanya kami jual mentah. Sekarang kami belajar mengolah menjadi VCO sekaligus memasarkannya secara online. Ini jelas sangat bermanfaat,” kata salah satu anggota kelompok.
Warga berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut agar potensi kelapa di Desa Tungka benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan pelatihan ini, diharapkan petani dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengolah kelapa menjadi produk yang bernilai tambah tinggi.
Program Kosabangsa ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang efektif.
Kerja sama antara Unimen dan Unhas dalam program ini juga menunjukkan komitmen lembaga pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan