Unimen dan Unhas Berkolaborasi, Petani Kelapa di Enrekang Bisa Hasilkan VCO dengan Nilai Tambah Tinggi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (Kosabangsa) menggelar pelatihan pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) sekaligus pemasaran digital di Desa Tungka, Kecamatan Enrekang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah kelapa menjadi VCO, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan pemasaran digital yang efektif.

Dengan demikian, petani dapat meningkatkan nilai jual produk mereka dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Tim Kosabangsa Unimen sendiri dipimpin oleh Wilda Widiwati sebagai ketua, bersama Nur Syawal dan Yunus Bussa sebagai anggota.

Mereka turun langsung ke lapangan bersama tim pendamping dari Unhas untuk membimbing para petani. Wilda menilai Desa Tungka memiliki potensi kelapa yang sangat melimpah, hanya saja masyarakat masih menjualnya dalam bentuk mentah.

“Kalau hanya dijual mentah, harganya rendah. Tapi ketika diolah jadi VCO, nilainya bisa naik berlipat dan memberi keuntungan nyata bagi masyarakat,” tutur Wilda belum lama ini.

Nur Syawal menekankan bahwa produksi saja tidak cukup tanpa ditunjang kemampuan pemasaran. Menurutnya, digital marketing harus dikuasai agar produk lokal bisa menembus pasar lebih luas.

“Produksi penting, tapi pemasaran jauh lebih menentukan. Dengan digital marketing, produk VCO dari Tungka bisa dikenal luas bahkan sampai keluar daerah,” ujarnya.

Yunus Bussa menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan peluang usaha baru. Ia optimistis, tren permintaan produk alami membuat VCO memiliki prospek cerah di pasaran.

“Kami ingin pelatihan ini berdampak langsung. Pasar VCO cukup menjanjikan, tinggal bagaimana kelompok tani memanfaatkannya dengan konsisten dan serius,” ungkap Yunus.

Perwakilan Kelompok Tani Makmur Desa Tungka mengaku sangat terbantu dengan adanya program Kosabangsa melalui Unimen dan Unhas. Mereka menyebut kegiatan ini membuka wawasan baru bagi petani untuk meningkatkan nilai jual kelapa.

“Selama ini kelapa hanya kami jual mentah. Sekarang kami belajar mengolah menjadi VCO sekaligus memasarkannya secara online. Ini jelas sangat bermanfaat,” kata salah satu anggota kelompok.

Warga berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut agar potensi kelapa di Desa Tungka benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan pelatihan ini, diharapkan petani dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengolah kelapa menjadi produk yang bernilai tambah tinggi.

Program Kosabangsa ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang efektif.

Kerja sama antara Unimen dan Unhas dalam program ini juga menunjukkan komitmen lembaga pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sidak Senpi di Pakpak Bharat, Tim Divpropam dan Slog Polri Tidak Temukan Pelanggaran Prosedur
Semangat Kebersamaan Awali Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Meranti
Peluang Emas, Pemerintah Buka Lowongan Posisi Manager Kopdes, Lolos Seleksi Jadi Pegawai BUMN 
Fasilitas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata
Lantik Pejabat Baru, Kalapas Kendal Ingatkan Jaga Integritas dan Profesionalitas
Kapolres Pakpak Bharat Pimpin Sertijab Kasat Narkoba dan Kapolsek Salak
Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakor Virtual, Kemendagri Instruksikan Percepatan Data Huntap Korban Bencana
Profil APJATEL: Wadah Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia Sejak 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:31 WIB

Sidak Senpi di Pakpak Bharat, Tim Divpropam dan Slog Polri Tidak Temukan Pelanggaran Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 20:07 WIB

Semangat Kebersamaan Awali Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Meranti

Kamis, 16 April 2026 - 18:44 WIB

Peluang Emas, Pemerintah Buka Lowongan Posisi Manager Kopdes, Lolos Seleksi Jadi Pegawai BUMN 

Kamis, 16 April 2026 - 18:39 WIB

Fasilitas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata

Kamis, 16 April 2026 - 18:27 WIB

Lantik Pejabat Baru, Kalapas Kendal Ingatkan Jaga Integritas dan Profesionalitas

Berita Terbaru