PAKPAK BHARAT, MNP – Setelah tujuh hari melakukan upaya maksimal, operasi pencarian terhadap korban kecelakaan tunggal mobil Toyota Kijang Innova BK 1213 SP resmi dinyatakan berakhir.
Meski operasi skala besar dihentikan, pihak berwenang memastikan akan tetap melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian dan aliran sungai sekitar.
Keputusan penghentian operasi ini disampaikan dalam siaran pers oleh Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sukaramai, AKP Sukanto Berutu, S.H., di hadapan keluarga korban dan tim gabungan di STU Jehe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Sukaramai, AKP Sukanto Berutu, menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Polres Pakpak Bharat, Basarnas Provinsi Sumut, serta BPBD Kabupaten Pakpak Bharat dan Subulussalam telah bekerja keras menyisir aliran Sungai Lae Kombih sejak kejadian pada Senin malam (30/03) lalu.
“Kami telah berupaya sekuat tenaga selama tujuh hari berturut-turut. Namun, medan di lokasi jatuhnya mobil ke jurang sangat berat. Ditambah lagi kondisi cuaca hujan yang menyebabkan debit air sungai naik dan arus menjadi sangat deras, sehingga sangat menyulitkan pergerakan tim di lapangan,” ujar AKP Sukanto.
Hal senada diungkapkan Danru Basarnas Provinsi Sumut, Romy Ersa. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai metode pencarian, namun keberadaan korban Rudi Simanjuntak dan istrinya, Risma Tumangger, beserta kendaraan mereka belum berhasil terdeteksi.
Meski personel ditarik dari lokasi, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses tidak berhenti total. Pemantauan akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama masyarakat setempat dan komunitas arung jeram.
“Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau objek kendaraan, tim Basarnas dan Polres akan segera turun kembali ke lokasi. Mari kita sama-sama berdoa agar ada mukjizat dan kedua korban bisa segera ditemukan,” tambah Kapolsek Sukaramai.
Pihak keluarga korban yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Komunitas Arung Jeram Sikelang dan warga masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kerja keras semua tim selama satu minggu ini. Harapan kami, meskipun operasi resmi berakhir, upaya pemantauan jangan berhenti sampai keluarga kami ditemukan,” ungkap perwakilan keluarga korban dengan penuh haru.
Hadir dalam pertemuan tersebut Camat STU Jehe Mike Ujung, staf BPBD Pakpak Bharat, staf BPBD Subulussalam, serta keluarga besar korban yang terus mendampingi proses pencarian sejak hari pertama.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan