Tsunami Inflasi Sedang Melanda Dunia

Rabu, 5 Oktober 2022 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditulis 

Sultan Patrakusuma VIII

Saudaraku sebangsa, baikpun umat manusia di seluruh dunia. Saya selalu mengingatkan kalian Sejak 2016 inflasi akan datang melanda Indonesia dan seluruh negara. Sebabnya apa itu? semua harus mengerti dan memahaminya mulai kenaikan harga pangan, minyak  etc.,

Kenapa bisa begitu ? Dalam hal ini kita semua tahu bahwa pemerintah sudah upayakan berbagai cara seperti menaikan pajak termasuk nilai pajak import, apa lagi ?

Konsep menaikan harga dan pajak  itu  bukan solusi, itu jelas sudah inflasi nilai rupiah merosot (face value), sesudah itu bilateral agreement LCS (local currency settlement) mau lepas US Dollar, tetapi lupa perdagangan pakai dollar sesuai dengan Balance Trade, terjadi off balance trade di luar system International.

Pembukuan bagaimana untuk off balance trade apa tercatat di IMF dan World Bank. Maka terjadilah system di dalam system. Itu sudah pelanggaran berat secara hukum. Seharusnya hutang luar negeri diatasi dulu, hutang tetap hutang harus dibayar.

Bagaimana foreign asset dibekukan oleh US seperti Afganistan. Bagaimana asset Indonesia dibekukan (itu jaminan yang disimpan di World Bank). untuk Jaminan mata uang rupiah sama dengan negara -Negara lain.

Semua mata uang Under License diback up US dollar oleh Feds, ingat Feds bukan bank sentral milik Negara  AS/ Amerika Seriket, tetapi itu Aslinya Milik swasta. Keluarga Rothschild, Rockefellar, JP Morgan dan Grantor of the Trust Liechenstein M.Bambang Utomo sebagai pemilik saham terbesarnya juga pemilik Projek Phoenix terkait percetakan Uang di negara Australia 1999-2001 sebagai pemilik jaminan Dan lisenci tiga matauang RP, USD, EURO, Penerus daripada INA18-1945 SRN Lady ff Ross Pemilik tujuh Rekening yang ditetapkan secara hukum 1964  di beberapa bank Di Suiz diantaranya :

UBS Banch Acon Data

1. LUGANO.88XXXXXXX

2. BERN.00XXXXXXXX

3.ZUGH.55XXXXX

4.ZURICH.07XXXXXXXX

5.BASEL.99XXXXXXXX

6.KLONTEN.00XXXXXXX

7.EUSTE.86XXXXXXXX

Dan itulah dasar aset Grantor hingga menjadi pemilik lisensi tiga mata uang itu. Maka semua harus sadar dan paham apa dasarnya hingga pemerintah saat itu menetapkan dan mengeluarkan Undang -Undang .No.13/1968 Tentang Bank central, BI sebagai milik Hak Tunggal  berhak mengeluarkan dan mengedarkan Uang kertas dan logam . Ini juga termuat Diundang undang No.23/1999 Tentang Bank indonesia. Lalu Diamademen Dengan Undang undang No 3/2004 Tanggal 15 januari 2004 Saat itu presidennya Ibu Megawati.

Disinilah semua harus paham, bahwa Saya menduga Pembuatan Undang Undang itu/Melakukan amademen Undang Undang No.13/1968 dan UUD No.3/1999. Itu patut diduga Suatu kemufakatan jahat untuk menghilangkan setatus kepemilikan Tunggal BI, yaitu peran asli pemilik Uang Rp yaitu Grantor Mk Bambang Utomo dan patut dikaji Secara Hukum.

Kenapa saya menulis ini, karena saya menduga amademen dilakukan untuk  menghilangkan status Kepemilikan Tunggal/Grantor, amandemen UUD BI dilakukan setelah adanya Projex Phoenix, yaitu percetakan uang yang dilakukan di Australia.

Terkait mata Uang Bergambar Ir. Soekarno Hatta yaitu nilai Rp.100 000. dan setelah grantor menyelesaikan permasalahan hukum digedung A.PEJATEN (BIN) dengan Letnan Jendral Ari Jefy Kumaat dan berbagai tragedi juga contra intelijen yang dilakukan hingga meninggalnya kepala BIN yang selanjutnya digantikan Letjen Hendropriono mertua daripada panglima TNI saat ini yaitu  jenral Andika Perkasa.

Disini semua harus paham sebab musabab adanya Amademen, dengan terbitnya Undang Undang NO.3 -2004 .tgl 15 januari 2004. Patut dicurigai dan Saya menduga upaya penghilangan dan penggarongan milik  grantor. Itu jelas di UUD .NO13/1968. Bahwa BI MILIK TUNGGAL.

Dasarnya jelas, bahwa Rupiah bisa ada karena adanya penjamin dan lisensi yang disetor ke bank dunia yaitu aset dari 7 rekening milik pribadi MRS Sarinah Lady of Ross yang secara hukum sudah diputus pengadilan no.46.tahun 1998, Seleman Yogyakarta pewaris tunggal yaitu MK Bambang Utomo.

Dan ditahun duaribu sudah dikeluarkan deklarasi international dan diubah menjadi aset manajemen projex phoenix UNIBUWONO MATARAM FONDATION

MILIK MK BAMBANG UTOMO.  Dan setelah mk Bambang Utomo meninggal berdasarkan hirarki Institusi dengan berbagai aturan dan pakta hukum saat ini menjadi tanggung jawab Trust Guarante Sultan Patrakusuma, untuk menindaklanjuti tugas dan kewajiban Grantor.

Demikian.

Tulisan ini bagian daripada nasehat dan informasi penting untuk kita semua agar mengerti persoalan Negara yang sesungguhnya. Sehebat apapun kejahatan tidak ada yang sempurna. Sekejam apapun menindas nilai kebenaran pasti suatu saat akan tetap menjadi pemenangnya, karena KEBENARAN MEMILIKI JALANNYA SENDIRI MESKIPUN SEMUA ORANG MENGINGKARINYA.

Pasir kolotoc

5 Oktober 2022

Selaco international federation .

ROHIDIN.SH.PK.VIII

Trust guarante phoenix

Sultan patrakusuma.pt

Loading

Berita Terkait

Pegang Teguh ‘Amanat Galunggung’, Ratusan Pelajar Tasikmalaya Meriahkan Festival Olahraga Tradisional
Diduga Tersinggung, Pria di Garut Tega Tusuk Ayah Tiri Hingga Meninggal Dunia
Warga Bandar Padang Mulai Geram, Ketua DPRD Inhu Desak Pemkab Segera Turun ke PT SML
Keraton Yogyakarta Tetap Menjadi Magnet Wisatawan Lokal hingga Mancanegara
Panen Tawa, Spontan Bhabinkamtibmas Mekarwangi Naik Panggung Imtihan Al Huda
Dandim 0612/Tasikmalaya Klarifikasi Video Viral “Darurat Agraria” di Karangjaya, Ini Penjelasannya
Manjakan Anak dan Keluarga, The Nice Playland Tasikmalaya, Destinasi Liburan Hits Ramah Anak
Drama 2x Adu Penalti! UNIMEN Taklukkan Tuan Rumah & UMPAR, Sabet Juara Rektor Cup III UNISMUH 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:05 WIB

Pegang Teguh ‘Amanat Galunggung’, Ratusan Pelajar Tasikmalaya Meriahkan Festival Olahraga Tradisional

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:47 WIB

Diduga Tersinggung, Pria di Garut Tega Tusuk Ayah Tiri Hingga Meninggal Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:06 WIB

Warga Bandar Padang Mulai Geram, Ketua DPRD Inhu Desak Pemkab Segera Turun ke PT SML

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:30 WIB

Keraton Yogyakarta Tetap Menjadi Magnet Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:00 WIB

Panen Tawa, Spontan Bhabinkamtibmas Mekarwangi Naik Panggung Imtihan Al Huda

Berita Terbaru