TASIKMALAYA, MNP – Gelombang semangat buruh dari Tasikmalaya Raya mengalir menuju jantung ibu kota dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).
Sekitar seribu peserta yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja (FSP) Parekraf–SPSI diberangkatkan secara terorganisir menuju kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Keberangkatan ini menjadi simbol kuat kebersamaan sekaligus komitmen dalam memperjuangkan aspirasi pekerja, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan terdiri dari 20 armada bus yang membawa peserta dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Sejak pagi hari, suasana di Alun-Alun Kota Tasikmalaya dipenuhi antusiasme para peserta yang mengenakan jersey berwarna ungu—warna identitas FSP Parekraf—yang mencerminkan kekompakan dan semangat solidaritas.
Dari titik kumpul tersebut, rombongan diberangkatkan secara bertahap menuju Jakarta dengan pengawalan dan koordinasi yang matang.
Perjalanan ini dipimpin langsung oleh Ketua PC FSP Parekraf–SPSI Tasikmalaya Raya, Fiona Callaghan. Di bawah kepemimpinannya, pergerakan peserta berlangsung tertib dan terstruktur, menunjukkan kesiapan organisasi dalam mengelola aksi berskala besar.
Fiona menegaskan bahwa keikutsertaan dalam May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari konsolidasi gerakan buruh yang berkelanjutan.
Momentum peringatan tahun ini terasa semakin istimewa dengan kabar terbaru mengenai Mohammad Jumhur Hidayat yang resmi dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Bagi para peserta, hal ini menjadi simbol bahwa perwakilan dari kalangan pekerja memiliki ruang strategis dalam pemerintahan.
Harapan pun tumbuh bahwa kebijakan ke depan akan semakin berpihak pada kesejahteraan buruh serta keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran FSP Parekraf–SPSI di Monas tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan May Day, tetapi juga sebagai ajang memperkuat jaringan antarpekerja dari berbagai daerah.
Interaksi yang terbangun selama kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh solidaritas lintas sektor, sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif antara pekerja, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai organisasi yang menaungi pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, FSP Parekraf–SPSI Tasikmalaya Raya memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan tenaga kerja.
Melalui momentum ini, organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan di daerah.
Perjalanan seribu pekerja menuju Monas bukan sekadar mobilisasi massa, melainkan cerminan semangat kolektif yang terus menyala.
Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks, solidaritas menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan.
Dari Tasikmalaya ke Jakarta, suara buruh kembali bergema—membawa harapan akan masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi seluruh pekerja Indonesia.
![]()
Penulis : Arrie Haryadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan