Transformasi Komunikasi Publik Lapas Cipinang melalui PRIMA dapat Pengakuan dari Penguji

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Aksi Perubahan Pusat Informasi dan Media (PRIMA) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang mendapat pengakuan dan apresiasi dari penguji, Dr. Mala Sondang Silitonga saat dalam Seminar Implementasi Aksi Perubahan di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Seminar ini menjadi tahapan penting untuk menilai efektivitas implementasi aksi perubahan, capaian manfaat, serta kesiapan inovasi untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam tata kelola organisasi.

Dalam pemaparannya, Sumaryo,Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas sekaligus Project Leader PRIMA menyampaikan bahwa PRIMA dibangun sebagai pusat komunikasi publik terintegrasi yang menggabungkan fungsi dokumentasi, publikasi, manajemen isu, hingga engagement digital dalam satu alur kerja bersama.

Ia menegaskan bahwa PRIMA lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan informasi pemasyarakatan yang cepat, akurat, humanis, dan kredibel.

“PRIMA bukan hanya fasilitas, tetapi sistem kerja yang memastikan setiap informasi tersusun rapi, responsif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya,Kamis ( 4/12).

Ia juga menambahkan bahwa integrasi PRIMA memungkinkan Lapas Cipinang merespons isu publik secara lebih terukur dan menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko komunikasi.

Seminar berlangsung interaktif dengan pendampingan Coach Rahmiyati serta dukungan langsung Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, yang hadir sebagai mentor.

Kehadiran para pemangku peran ini memperkuat desain PRIMA sebagai inovasi yang tidak hanya teknis, tetapi juga strategis dalam membangun komunikasi kelembagaan.

Penguji, Dr. Mala Sondang Silitonga, memberikan apresiasi atas relevansi dan kematangan konsep PRIMA.

“PRIMA adalah inovasi yang tepat waktu dan sangat dibutuhkan. Integrasi komunikasi publik seperti ini membantu Lapas Cipinang mengelola isu dengan lebih baik, menjaga transparansi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Yang terpenting, inovasi ini harus dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa PRIMA tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari arsitektur besar Manajemen Komunikasi Pemasyarakatan Terintegrasi.

PRIMA diposisikan sebagai pusat kendali komunikasi yang menyatu dengan kerangka besar manajemen komunikasi pemasyarakatan. Dengan integrasi ini, setiap informasi, respons, dan narasi dapat dikelola secara sistematis, berbasis data, dan terhubung dengan seluruh unit.

“Inovasi ini adalah langkah konkret menuju transformasi digital, keterbukaan informasi, dan penguatan reputasi pemasyarakatan,” jelasnya.

Seminar ini sekaligus menjadi momentum bagi Lapas Cipinang untuk meneguhkan komitmen terhadap reformasi birokrasi, transparansi, dan penguatan komunikasi kelembagaan.

Dengan dukungan penguji, coach, dan mentor, PRIMA kian mantap menjadi pusat informasi publik yang responsif, kredibel, dan berdampak nyata bagi masyarakat—serta menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Lapas Cipinang meraih predikat UPT Terbaik Pertama bidang Kehumasan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta.

Loading

Facebook Comments Box

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Konstitusi : Wartawan Tidak Bisa Dipidana Atas Karya Jurnalistik 
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026
Warga Sukalaksana Menjerit Soal Jalan Rusak Sejak 1982, Anggota DPRD Dapil 1 Malah Tak Hadir
Dugaan Korupsi Dana Desa 2025, Warga Pagar Bukit Desak APH Segera Bertindak
Perjelas Status Kawasan, BPKH XIX Pekanbaru Bahas Tata Batas Perhutanan Sosial Meranti
Siapkan 10.000 Hektar Lahan, Pemkab Pakpak Bharat Sambut Tim Ditjenbun Kementan RI
Tasikmalaya Zona Merah Korupsi: Masalahnya Sistemik, Bukan Sekadar Persepsi
Musrenbang Desa Kersamanah Fokuskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:57 WIB

Putusan Mahkamah Konstitusi : Wartawan Tidak Bisa Dipidana Atas Karya Jurnalistik 

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:48 WIB

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:22 WIB

Warga Sukalaksana Menjerit Soal Jalan Rusak Sejak 1982, Anggota DPRD Dapil 1 Malah Tak Hadir

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:48 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa 2025, Warga Pagar Bukit Desak APH Segera Bertindak

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:19 WIB

Perjelas Status Kawasan, BPKH XIX Pekanbaru Bahas Tata Batas Perhutanan Sosial Meranti

Berita Terbaru