Pakpak Bharat, MNP – Ratusan personel gabungan dari lintas instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pakpak Bharat terus berjuang tanpa henti menormalisasi berbagai fasilitas publik yang terdampak parah oleh bencana longsor.
Hingga hari ini, upaya penanganan difokuskan pada pembersihan jalan-jalan, pemulihan jaringan air bersih, dan perbaikan jaringan komunikasi di berbagai lokasi terdampak.
Puluhan unit alat berat telah dimobilisasi ke titik-titik longsor yang sulit dijangkau secara manual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang-Perhubungan (PUTR-Hub), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pakpak Bharat mengerahkan berbagai jenis alat berat yang mereka miliki.
Tak ketinggalan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan turut mengerahkan armada damkar serta kendaraan angkut personel untuk memobilisasi ratusan anggota tim gabungan.
Truk trailer pengangkut alat berat tampak hilir mudik memindahkan unit-unit ke lokasi bencana, sementara truk pengangkut personel Satpol PP membawa tenaga gabungan ke titik-titik longsor.
“Wajah lelah, kurang tidur, tergambar jelas di setiap personel. Namun harapan besar dari banyak masyarakat yang hingga kini masih terisolasi di Pagindar, Sibongkaras, dan beberapa wilayah lain, menjadi sebuah motivasi bagi mereka,” lapor MNP.
Meskipun terlihat jelas kelelahan dan kurang tidur, para personel yang bertugas, termasuk operator alat berat, driver, dan tenaga pendukung lainnya, menjadikan harapan masyarakat yang masih terisolasi sebagai motivasi utama.
Seorang operator excavator senior mengungkapkan harapannya agar upaya ini cepat selesai.
“Kami sebenarnya ingin pulang, lelah badan. Berhari-hari kami di lapangan, tidur seadanya. Mudah-mudahan cepat selesai, dan kita semua bisa hidup normal lagi, jauh dari bencana seperti ini,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan logistik dan peralatan agar upaya penanganan tidak terhambat.
“Mudah-mudahan lancar-lancar terus, bahan bakar, makan minum personel dan lainnya, termasuk cadangan sparepart alat ini apabila diperlukan, dan memang sejauh ini tidak ada kendala terkait hal ini,” jelasnya.
Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan saat ini adalah perubahan cuaca yang ekstrem. “Kendala kami paling cuaca yang sering berubah, kadang panas, lalu tiba-tiba hujan deras, berbahaya ini,” tambahnya.
Dukungan logistik dan moril bagi tim penanggulangan bencana juga mengalir dari para pemangku wilayah setempat.
Para camat dan kepala desa terus bersiaga sepanjang waktu, memberikan bantuan berupa bahan makanan, minuman, dan bantuan lain bagi setiap anggota tim yang bekerja keras di garis depan.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan






