Tasikmalaya, MNPotret – PJ Wali Kota Cheka Virgowansyah belum lama ini sudah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan kekeringan di Kota Tasikmalaya.
Hal itu untuk menyikapi kemarau panjang yang sudah mulai berdampak di puluhan titik daerah, salah satunya di wilayah Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya.
Sedikitnya, ada dua kelurahan yang terdampak sehingga kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau yang cukup panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Purbaratu Yogi Subarkah ,.S.STP ,.M.Si membenarkan jika dua kelurahannya mengalami kekeringan akibat kemarau.
Yogi menjelaskan, ada empat kampung terdampak di kelurahan Singkup yaitu Babakan Nanggerang RW 04, Cintamanah RW 06, Gobang RE 07 dan Gareumpay RW 09, Pagergunung RW 03 dan Kp Ciwasmandi, Negla.
“Sementara, untuk Kelurahan Sukajaya yang terdampak adalah Kampung Golempan RW 07, Pasirjaya RW 05/06 dan Kp Cipeusar RW 04,” jelas Yogi diruang kerjanya, Jumat (08/09/2023).
Sebenarnya terang Camat, wilayah terdampak tadi dari dulu memiliki sejarah kerap mengalami kekeringan, apalagi di musim kemarau sekarang, karena posisinya daerahnya tinggi.
“Makanya, setiap ada program bantuan sumur bor, lebih dikonsentrasikan ke wilayah Singkup karena rawan kekeringan air,” kata Camat.
Diketahui, PJ Wali Kota mengintruksikan kepada wilayah yang terdampak kekeringan untuk mencari tadon atau sumber air dalam rangka membantu ketersedian dan juga pasokan untuk air bersih.
“Kami juga sedang mencari titik sumber mata air, sehingga memudahkan BPBD atau PMI agar tidak jauh mengambil air diluar,” terangnya.
Selain itu kata Yogi, pihaknya juga sedang memikirkan untuk membangun wadah penampungan air di dekat tadon agar memudahkan masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah, kemarin wilayah yang krisis air bersih sudah dibantu BPBD dan PMI Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.
Adapun, sesuai hasil Rakor kemarin, bagi masyarakat yang darurat meminta bantuan air bersih disatupintukan ke BPBD dengan menghubungi call center 08112101113.
“Kami juga meminta masyarakat jangan membakar ditempat sembarangan yang potensi mudah tersulut api,” pungkas Yogi.
![]()
Penulis : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan