TASIKMALAYA, MNP — Pemerintah Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, menggelar Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat berupa Pelatihan Pengolahan Menu Prasmanan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (22–23/09/2026).
Kegiatan pelatihan tata boga yang dibuka secara resmi oleh Camat Bungursari tersebut turut dihadiri Asisten Kota (Askot) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelompok Masyarakat (Pokmas), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta puluhan warga masyarakat sebagai peserta pelatihan.
Askot Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Rasidin Hadijuanda, menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan yang berangkat dari usulan Musrenbang tahun lalu ini tetap dapat terealisasi melalui alokasi dana kelurahan tanpa terkena efisiensi anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah usulan masyarakat melalui Musrenbang bisa terealisasi tahun ini. Kita berharap pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi ada output nyata. Paling tidak ibu-ibu bisa memasak untuk keluarga, membantu lingkungan saat ada syukuran, dan lebih bagus lagi jika bisa membuka usaha katering mandiri,” ujar Rasidin.
Sementara itu, Plt. Lurah Sukajaya, Yanyan, S.IP., menjelaskan bahwa pelatihan tata boga ini merupakan program hasil verifikasi usulan Musrenbang dari tiap-tiap RW. Program ini dirancang untuk membekali warga dengan keahlian praktis agar mampu berwirausaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Harapannya peserta memiliki *skill* yang bisa mengubah taraf hidup mereka. Kita ingin setiap tahunnya warga Kelurahan Sukajaya memiliki keahlian yang beragam. Jika tahun lalu ada pelatihan pertanian, tahun ini tata boga, sehingga keahlian warga terus berkembang dan berdampak positif bagi masyarakat,” tutur Yanyan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokmas Kelurahan Sukajaya, Ateng, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 46 peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu muda se-Kelurahan Sukajaya.
“Alhamdulillah peserta sangat antusias. Kami berharap para peserta dapat menyerap seluruh materi selama dua hari pelatihan ini dan kedepannya mampu mengembangkan keahlian tersebut menjadi peluang usaha yang menghasilkan,” pungkas Ateng.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan