TASIKMALAYA, MNP – Kepanikan sempat menyelimuti kawasan SDN Citapen, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, setelah kobaran api terlihat membakar salah satu bagian bangunan sekolah pada Selasa (21/07/2026) sekitar pukul 15.55 WIB.
Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru, sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi sementara, titik api diduga pertama kali muncul dari area gudang yang berada di antara ruang-ruang kelas. Dalam waktu singkat, api membesar dan menghanguskan sebagian bangunan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran agar api tidak merembet ke bagian bangunan lainnya.
Tak lama setelah menerima laporan, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Tasikmalaya bersama personel terkait langsung menuju lokasi.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan air dari berbagai sisi bangunan. Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena banyak material di dalam ruangan yang mudah terbakar.
Aparat kepolisian bersama unsur TNI turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Warga yang berkerumun diminta menjaga jarak agar tidak menghambat proses pemadaman dan memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja.
Arus lalu lintas di sekitar sekolah juga sempat mengalami perlambatan akibat banyaknya masyarakat yang ingin melihat langsung peristiwa tersebut.
Beruntung, saat kejadian proses belajar mengajar telah selesai sehingga tidak ada aktivitas siswa di dalam kelas. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.
Meski demikian, kerugian materi diperkirakan cukup besar mengingat sebagian bangunan dan sejumlah fasilitas sekolah terdampak kobaran api.
Petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan api setelah melakukan upaya pemadaman selama beberapa waktu.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim kepolisian bersama petugas terkait akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui sumber api serta memastikan penyebab terjadinya kebakaran.
Pihak sekolah juga akan mendata seluruh kerusakan dan inventaris yang terdampak sebagai bahan laporan kepada Dinas Pendidikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pendidikan.
Pemeriksaan instalasi listrik, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), serta pelatihan mitigasi bencana di sekolah diharapkan dapat terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan