TASIKMALAYA, MNP – Forum Pemberdayaan Pesantren Nusantara (FPPN) telah menyelenggarakan kegiatan Halaqoh Lingkungan Alim Ulama Tasikmalaya pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Pondok Pesantren Daarussadah Puspahiang, Tasikmalaya.
Kegiatan ini mengusung tema “Alim Ulama dan Pesantren Sebagai Penjaga Amanah Bumi untuk Generasi Berkelanjutan.”
Halaqoh ini menjadi ruang silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan peran strategis alim ulama serta pesantren dalam merespons isu-isu lingkungan hidup dan perubahan iklim yang semakin mendesak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Forum Pemberdayaan Pesantren Nusantara, Yusuf Abdul Aziz, S.Sy., S.Sos., menyampaikan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keislaman.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan peradaban. Melalui halaqoh ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keimanan dan tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara FPPN dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Adapun sebagai pesertanya, FPPN mengundang pimpinan pesantren, pengurus forum pesantren, pengurus DMI, Pengurus DKM, penyuluh agama Islam, pengurus majelis taklim, serta pengurus kepemudaan Islam di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Forum Pondok Pesantren Tasikmalaya, Unsur Muspika Kecamatan Puspahiang Tasikmalaya.
Selain diskusi dan tausiyah lingkungan, halaqoh ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama serta langkah-langkah konkret dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas pesantren, termasuk penguatan edukasi, gerakan penghijauan, dan praktik ramah lingkungan di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan ini, Forum Pemberdayaan Pesantren Nusantara berharap lahir gerakan kolektif pesantren yang lebih aktif dalam menjaga kelestarian alam sebagai wujud nyata kontribusi umat Islam terhadap pembangunan berkelanjutan.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan