Sidak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya: Bongkar Bobroknya Proyek Irigasi Cikalang 2 

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Proyek Rp5,6 Miliar Gagal Fungsi: Air Irigasi Cikalang Malah Balik Kanan ke Hulu!”

TASIKMALAYA, MNP – Proyek Normalisasi Irigasi Utama Cikalang 2 senilai Rp5,6 miliar yang didanai APBN melalui Inpres Tahap III Tahun 2025 kini berada di ujung tanduk.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh raksasa BUMN, PT Hutama Karya (Persero), menuai kecaman hebat dari masyarakat karena kualitasnya yang dinilai asal-asalan dan sarat masalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons polemik yang viral di media sosial, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid, turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dari hulu hingga hilir proyek pada Kamis (05/03/2026).

Dalam sidak tersebut, Wahid menyaksikan langsung kejanggalan teknis yang fatal. Di area BCKL Blok Gabug, air justru tidak mengalir ke hilir melainkan berbalik ke arah hulu. Hal ini membuktikan adanya kesalahan serius pada elevasi (ketinggian) saluran.

Menurut Wahid, elevasi di bagian hilir yang diprakarsai PSDA UPTD Provinsi Jawa Barat justru lebih tinggi. Secara logika, air tidak akan mengalir.

“Ini menunjukkan adanya miskomunikasi parah antara PSDA PUPR Kota Tasikmalaya, UPTD Provinsi, dan BBWS Citanduy. Dokumen perencanaannya patut dipertanyakan,” tegas Farhan Fatahilah, perwakilan Forum Masyarakat Peduli Cikalang, kepada MNP.

Kinerja konsultan supervisi, PT Agrinas Palma Nusantarai (Persero), juga menjadi sorotan tajam. Pasalnya, konsultan tersebut dilaporkan baru berkontrak setelah proyek berjalan selama satu bulan.

“Artinya, selama sebulan pertama proyek ini berjalan tanpa pengawasan. Fungsi kontrol tidak berjalan maksimal sehingga pekerjaan dikerjakan serampangan. Kami mengindikasikan adanya kejanggalan dan potensi konspirasi antara PPK, pelaksana, pengawas, hingga subkontraktor,” tambah Farhan.

Masyarakat menyayangkan dua BUMN besar yang seharusnya menjadi contoh profesionalisme justru memberikan hasil pekerjaan yang mengecewakan di daerah.

Selain masalah teknis, aroma “pendzaliman” terhadap pekerja lokal pun mencuat. Sejumlah warga yang ikut bekerja mengaku upahnya belum dibayarkan hingga saat ini. Tak hanya itu, jasa material serta ganti rugi aset warga yang rusak akibat aktivitas proyek juga masih menunggak.

Sebagai bentuk kemarahan, warga melakukan penyegelan di lokasi proyek dengan membentangkan spanduk bertuliskan: “PROYEK BERMASALAH DISEGEL WARGA, KONTRAK BERMASALAH, PEKERJAAN BURUK DAN UPAH TIDAK DIBAYAR.”

Masyarakat mendesak DPRD Kota Tasikmalaya tidak hanya sekadar meninjau, tetapi segera memanggiliiiii seluruh pihak terkait dalam forum resmi.

Tak hanya itu, warga juga meminta DPRD memberikan rekomendasi ke pemerintah pusat agar PT Hutama Karya dievaluasi secara menyeluruh.

“Kami ingin DPRD merekomendasikan persoalan ini ke tingkat pusat karena ini anggaran negara (APBN). Jangan sampai uang rakyat miliaran rupiah terbuang sia-sia untuk proyek yang output-nya nol,” pungkas Farhan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait amburadulnya elevasi saluran dan tunggakan upah pekerja tersebut.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Unsa Makassar Go Nasional: Arif Maulana Jadi Pemakalah Konferensi Hukum Tata Negara IX
Merek Koperasi Diduga Topeng Lintah Darat, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Usut Tuntas
Kapal Virgo Tenggelam: 11 Warga Garut Selamat, Bupati Abdusy Syakur Bergerak Bantu Penanganan
Siap-Siap Menyambut Kereta Api Lokal Tasikmalaya, KAMMI Dorong Integrasi Transportasi Priangan Timur
Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas
Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah
Diduga Salah Sasaran, Penyaluran Bantuan Becak Listrik di Kota Tasikmalaya Mulai Menuai Polemik
Remaja 19 Tahun Warga Sumedang Dilaporkan Hilang! Ini Ciri-Cirinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:57 WIB

Unsa Makassar Go Nasional: Arif Maulana Jadi Pemakalah Konferensi Hukum Tata Negara IX

Senin, 14 September 2026 - 19:37 WIB

Merek Koperasi Diduga Topeng Lintah Darat, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Usut Tuntas

Senin, 14 September 2026 - 16:43 WIB

Kapal Virgo Tenggelam: 11 Warga Garut Selamat, Bupati Abdusy Syakur Bergerak Bantu Penanganan

Senin, 14 September 2026 - 16:26 WIB

Siap-Siap Menyambut Kereta Api Lokal Tasikmalaya, KAMMI Dorong Integrasi Transportasi Priangan Timur

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas

Berita Terbaru