Sekolah Sungai Cimanuk, Rawat dan Tanami Areal Teras Lapang Paris Garut

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Komunitas Sekolah Sungai Cimanuk dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia melakukan Gerakan dan aksi nyata bersih-bersih dan tanam pohon di lokasi Tugu peringatan tragedi bencana banjir bandang (Lapang Paris) Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (10/1/2026).

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddafi mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian serta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian Alam lingkungan dan sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim.

“Dengan menanam pohon, kita dapat membantu menyerap karbon, menghasilkan oksigen dan menjaga keseimbangan Lingkungan Alam,” tegas Mulyono.

Menurutnya, Hari Sejuta Pohon sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Di mana gerakan ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 10 Januari 1993.

Tujuan utamanya untuk mengatasi deforestasi dan degradasi lahan.
Mulyono menyebut, pohon memiliki peran vital sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen dan penyangga kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Dengan menanam pohon, kita dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim, mencegah banjir dan menjaga keseimbangan alam,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan Hari Sejuta Pohon ini sebagai langkah awal untuk hidup lebih selaras dengan alam,” imbuhnya.

Pihaknya akan terus berupaya merawat dan menjaga tugu peringatan bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang terjadi pada 20 September 2016 lalu.
Saat ini, dipenuhi lumut, rumput liar, sampah. Sehingga nampak terlihat sangat kumuh.

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk menyayangkan, tugu yang dibangun dengan biaya besar itu sebagai bentuk peringatan untuk manusia agar mencintai alam. Dengan begitu, alam juga akan mencintai kita.

“Buat apa dibangun tugu megah dengan biaya besar kalau tidak dijaga dan dirawat? Kami akan tanami pohon secara bertahap supaya ekosistemnya terjaga untuk meminimalisir terjadinya bencana,” janji Mulyono.

“Ini juga bagian dari Kami dalam mensosialisasikan mitigasi bencana di Lapang Paris yang diikuti 42 perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB) se-kabupaten Garut,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Anak Krakatau Level III, KSOP Bakauheni Rilis Larangan Radius 5 Km
Dari Makodim Tasikmalaya, Kadet KKRI Ditempa Jadi Generasi Tangguh dan Berjiwa Patriot
Aktivitas Judi Togel di Desa Suban Diduga Masih Beroperasi, Kapolres: Pasti Kita Tindak Lanjuti
Lelang IPLT Rp9,8 Miliar Barito Timur Dicurigai “Settingan”, 8 Peserta Bisu, Papan Proyek Salah Lokasi
Kemensos Jadikan Kota Tasikmalaya Pilot Project Monitoring dan Validasi Data DTKS 2026
Rizal Bawazier Berbagi Kasih dengan Anak Yatim di Sela Pentas Budaya
Sabet Belasan Medali di Yogyakarta, Prestasi Atlet Taekwondo Tasikmalaya Dinilai Minim Perhatian Pemkot
Tekan Kasus PGK, Poltekkes Tasikmalaya Latih ‘Kader Peduli Ginjal’ di Puskesmas Tamansari 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:14 WIB

Anak Krakatau Level III, KSOP Bakauheni Rilis Larangan Radius 5 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Makodim Tasikmalaya, Kadet KKRI Ditempa Jadi Generasi Tangguh dan Berjiwa Patriot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:51 WIB

Aktivitas Judi Togel di Desa Suban Diduga Masih Beroperasi, Kapolres: Pasti Kita Tindak Lanjuti

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:42 WIB

Lelang IPLT Rp9,8 Miliar Barito Timur Dicurigai “Settingan”, 8 Peserta Bisu, Papan Proyek Salah Lokasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:27 WIB

Kemensos Jadikan Kota Tasikmalaya Pilot Project Monitoring dan Validasi Data DTKS 2026

Berita Terbaru

Berita terbaru

Anak Krakatau Level III, KSOP Bakauheni Rilis Larangan Radius 5 Km

Sabtu, 4 Jul 2026 - 23:14 WIB