TASIKMALAYA, MNP – Setelah sempat vakum selama beberapa tahun pasca-pandemi, semangat melestarikan warisan budaya lokal kembali bergema di Kecamatan Cibeureum.
Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kecamatan Cibeureum sukses menggelar Lomba Olahraga Tradisional (OLTRAD) 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Karangsambung, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema Lestarikan Olahraga Tradisional, Jaga Budaya, Raih Kebersamaan”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Cibeureum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajang tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cibeureum, perwakilan Dinas Pendidikan dan K3S Kecamatan Cibeureum, pengurus IGORNAS Kota Tasikmalaya, serta jajaran pendidik dan ratusan siswa.
Perwakilan IGORNAS Kota Tasikmalaya, Dr. Irvan Kristipan, menjelaskan bahwa pada OLTRAD kali ini terdapat empat cabang olahraga tradisional khas Sunda yang dipertandingkan, yaitu Bakiak, Engrang, Hadangan (Galah Asin) dan Dogongan.
Dr. Irvan mengungkapkan alasan di balik pemilihan empat cabang permainan tersebut.
Keempatnya dipilih karena telah memiliki aturan baku yang seragam di tingkat provinsi maupun nasional, sehingga menjadi rujukan resmi kejuaraan berjenjang.
Sebetulnya kata Dr. Irvan, masih banyak permainan tradisional lain seperti sumpitan. Namun, empat cabang ini—Bakiak, Engrang, Hadangan, dan Dogongan—sudah dibakukan secara nasional.
“Meskipun cabang Engrang tercatat sebagai yang paling menantang dan belum semua sekolah mengirimkan perwakilan, antusiasme peserta dari seluruh SD di Cibeureum sangat luar biasa,” terang Dr. Irvan saat ditemui di lokasi acara.
Suasana di Lapangan Karangsambung dipenuhi sorak-sorai pendukung dan gelak tawa para siswa.
Selain menguji ketangkasan dan kekompakan tim, ajang ini menjadi media efektif untuk mengikis ketergantungan anak pada gawai (gadget) serta mengenalkan kembali permainan fisik di luar ruangan.
“Dulu setiap sore anak-anak pasti bermain permainan tradisional di lingkungan rumah, sekarang sudah sangat jarang. Maka dari itu, unsur pendidikan, sekolah, dan siswa harus memulai kembali memperkenalkan olahraga tradisional ini supaya tidak punah,” tegas Dr. Irvan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) serta Dinas Pendidikan memberi dukungan penuh terhadap upaya pelestarian ini dengan menaungi dua wadah organisasi, yaitu Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KOMI/KOTI) dan Forum Olahraga Tradisional Indonesia (FORTINA).
IGORNAS berharap OLTRAD tidak sekadar menjadi ajang perlombaan seremonial sesaat, tetapi dapat terintegrasi ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah serta diperingati pada momentum seperti Hari Pendidikan Nasional dan Hari IGORNAS.
Dr. Irvan menyebut, semoga keberhasilan OLTRAD Cibeureum ini dapat memicu kecamatan-kecamatan lain di Kota Tasikmalaya untuk menggelar kegiatan serupa.
“Harapan kita bersama, tahun depan kejuaraan ini tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan, tetapi bisa melangkah hingga tingkat Kota Tasikmalaya,” pungkas Dr. Irvan.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan