Rindu yang Tak Terpenjara: Peringatan Hari Ibu di Lapas Cipinang

Senin, 22 Desember 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Rindu yang terpendam menemukan suaranya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang. Dalam peringatan Hari Ibu, Senin (22/12/2025).

Seorang Warga Binaan mengungkapkan kerinduan mendalam kepada ibunya yang telah wafat.

“Ibu saya sudah tiada. Setelah bebas nanti, saya bertekad berziarah ke makam beliau. Setiap malam Jumat saya selalu mengirimkan doa dengan membaca surat Yaasin, sebagai cara menjaga kedekatan dengan beliau meski sudah tidak bersama,” ucapnya lirih.

Ungkapan tersebut menjadi potret perasaan banyak Warga Binaan yang mengikuti peringatan Hari Ibu di Lapas Cipinang.

Melalui kegiatan yang digelar secara sederhana namun khidmat, Warga Binaan diberi ruang untuk mengenang sosok ibu sebagai sumber kasih sayang, pengorbanan, dan kekuatan hidup.

Rasa rindu itu kemudian menyatu dalam sebuah upacara yang diikuti oleh jajaran pegawai dan Warga Binaan.

Upacara berlangsung tertib dan penuh makna. Bendera Merah Putih dikibarkan oleh jajaran pegawai perempuan, menjadi simbol penghormatan terhadap peran ibu dan perempuan dalam kehidupan berbangsa.

Suasana hening cipta menghadirkan keheningan yang menyentuh, seolah menghubungkan setiap peserta dengan kenangan tentang ibu masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama serta amanat singkat yang menekankan pentingnya kasih sayang ibu sebagai kekuatan untuk bangkit dan berubah.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar seremoni tahunan.

“Selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu di Indonesia, khususnya para pegawai perempuan di Lapas Kelas I Cipinang yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa,” kata Wachid Wibowo.

“Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang seorang ibu adalah fondasi keluarga, sumber kekuatan bagi anak-anak, sekaligus teladan dalam membentuk pribadi yang lebih baik,” tegasnya.

Peringatan Hari Ibu di Lapas Cipinang menjadi cerminan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya menyentuh aspek keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan keluarga.

Suara rindu para Warga Binaan dan pesan hangat dari para pegawai perempuan menjadi bukti bahwa kasih seorang ibu tetap hidup dan menguatkan, bahkan di tengah keterbatasan ruang dan waktu.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru