Pemalang, MNP – Guyuran hujan yang melanda Pemalang bagian selatan tidak menyurutkan ratusan umat Islam dari Ahlul Bait Indonesia dan Yayasan Darul Muhajir Pemalang, Jawa Tengah menggelar aksi long march berjalan kaki di sepanjang jalan Gatot Subroto Randudongkal.
Mereka terdiri dari kaum remaja dan dewasa serta orangtua, baik laki -laki maupun perempuan, menyusuri jalan protokol di kecamatan Pemalang Selatan.
Terdengar teriakan yel yel mengutuk kekejaman zionis Israel, dibentangkan juga beberapa spanduk berisi nada yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekejaman itu digambarkan oleh sekelompok perempuan muda dengan wajah dan bayi di gendongan yang berlumuran darah serta penuh luka. Bayi itu dibungkus kain kafan putih, penuh bercak merah.
Koordinator lapangan Habib Muksin Alkaf mengatakan, peringatan Hari Al Quds rutin dilaksanakan setiap tahun di seluruh dunia pada Jumat terakhir di bulan Ramadan.
“Kami umat Islam yang bergabung dalam organisasi massa Ahlul Bait Indonesia dari berbagai daerah seperti Tegal, Banjarnegara, Cirebon, Pekalongan dan Pemalang, bersama Yayasan Darul Hajir, memperingati hari Al Quds sedunia, dengan melakukan long march dan orasi mengutuk serangan zionis Israel,” jelasnya, Jumat (28/03/2025).
Lebih lanjut, tokoh agama Kabupaten Pemalang yang getol menyuarakan perlawanan umat Islam terhadap Israel ini mengatakan, jika peringatan Hari Al -Quds Sedunia merupakan simbol persatuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
“Ketika zionis Israel bersama Amerika tidak mau menghentikan invasi terhadap rakyat sipil Palestina, maka kami umat Islam akan selalu melawan dengan melakukan demonstrasi dan penggalangan dana untuk kami sumbangkan kepada saudara kita Palestina,” ujarnya.
Aksi bela Palestina ini digelar mulai dari Terminal Bus Randudongkal, kemudian menyusuri jalan raya Purwokerto – Randudongkal.
Aksi yang diikuti ratusan massa dari berbagai daerah ini sempat membuat kemacetan jalan. Meski demikian, pengendara merasa tak terganggu dengan aksi tersebut.
Salah seorang pengendara motor, Sandy (40 ) mengatakan, jika dirinya tidak terganggu, karena macetnya tidak lama dan tidak terlalu panjang. “Kami mendukung aksi solidaritas mereka,” katanya, sambil acungkan jempol.
Setelah berjalan kaki sambil membentangkan spanduk berisi kutukan terhadap serangan Israel.
Aksi ini diakhiri dengan orasi politik berisi tentang ajakan untuk menentang penjajahan Israel di Palestina. Dan mendoakan keselamatan serta kesabaran bagi warga sipil korban kebiadaban Israel.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan