Ratusan Ulama Datangi DPRD Tasikmalaya, Desak Ketegasan Soal Ahmadiyah

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Suasana di lingkungan DPRD Kabupaten Tasikmalaya mendadak dipenuhi lautan peci dan sorban, Kamis (15/1/2026).

Sejak pagi, ratusan ulama, kyai, ustaz, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Tasikmalaya berkumpul untuk satu tujuan: menyuarakan kegelisahan mereka terkait aktivitas Jemaat Ahmadiyah yang dinilai masih berlangsung.

Mereka datang bukan sekadar menyampaikan aspirasi, melainkan membawa keresahan panjang yang selama ini dianggap belum mendapat jawaban tegas dari pemerintah daerah.

Dengan tertib, perwakilan ulama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Peduli Aqidah (FUIPA) memasuki ruang audiensi DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam pertemuan tersebut, para ulama menegaskan bahwa keberadaan dan aktivitas Ahmadiyah di Tasikmalaya telah lama menjadi sorotan umat.

Mereka menilai, ajaran tersebut bertentangan dengan akidah Islam yang diyakini mayoritas masyarakat.

Karena itu, para ulama mendesak DPRD dan pemerintah daerah agar tidak lagi bersikap normatif.

“Ini bukan persoalan baru. Regulasi sudah jelas, fatwa ulama juga sudah ada. Yang kami tunggu adalah ketegasan dalam pelaksanaan,” ujar salah seorang tokoh ulama dalam audiensi tersebut.

Para peserta audiensi merujuk pada sejumlah dasar hukum, mulai dari SKB Tiga Menteri Tahun 2008, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 yang mengatur pembatasan aktivitas Jemaat Ahmadiyah.

Menurut mereka, lemahnya pengawasan membuat aturan tersebut seolah hanya menjadi tulisan di atas kertas.

Audiensi berlangsung cukup dinamis. Sejumlah pernyataan dari perwakilan DPRD dan pemerintah daerah yang menyebut persoalan tersebut masih dalam tahap kajian sempat memicu respons keras dari para ulama.

Mereka menilai kajian demi kajian justru memperpanjang ketidakpastian dan berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin terjadi konflik horizontal. Justru karena itu kami datang ke sini, agar pemerintah hadir dan bertindak sebelum situasi memburuk,” ungkap perwakilan FUIPA lainnya.

Sementara itu, pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyatakan pihaknya akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.

DPRD, kata mereka, berkomitmen menjaga stabilitas daerah sekaligus menghormati koridor hukum yang berlaku.

Audiensi ini turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, dan kejaksaan. Pengamanan dilakukan secara ketat, namun situasi tetap berjalan kondusif hingga pertemuan berakhir.

Meski belum menghasilkan keputusan konkret, audiensi tersebut menjadi penanda kuat bahwa persoalan

Ahmadiyah di Kabupaten Tasikmalaya masih menjadi isu sensitif yang menuntut kejelasan sikap pemerintah.

Para ulama pun berharap pertemuan ini tidak berhenti sebatas dialog, melainkan diikuti langkah nyata demi menjaga ketenteraman dan keteguhan akidah umat di Tasikmalaya.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kepsek di Tasikmalaya Akui Pernah Jadi Pemodal CV, Ketua LSM Gremasi: Pelanggaran Serius Konflik Kepentingan!
Dipaksa Mundur Alasan Performa Tanpa SP? Dua Eks Pekerja Outsourcing Bank Mandiri Minta Keadilan
Perkuat Kamtibmas Lewat Edukasi, Kapolsek Megamendung Pimpin Upacara di SMPN 1 Megamendung
Tegaskan Pokir Bukan Sekadar Proyek Dewan, Kepler Sianturi Salurkan untuk Pelatihan Pemuda
Selamat & Sukses! Satriabudi Resmi Dilantik Sebagai Plt Sekda Kabupaten Garut
Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu
Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari
CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:20 WIB

Kepsek di Tasikmalaya Akui Pernah Jadi Pemodal CV, Ketua LSM Gremasi: Pelanggaran Serius Konflik Kepentingan!

Senin, 2 November 2026 - 20:55 WIB

Dipaksa Mundur Alasan Performa Tanpa SP? Dua Eks Pekerja Outsourcing Bank Mandiri Minta Keadilan

Senin, 2 November 2026 - 18:58 WIB

Perkuat Kamtibmas Lewat Edukasi, Kapolsek Megamendung Pimpin Upacara di SMPN 1 Megamendung

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIB

Tegaskan Pokir Bukan Sekadar Proyek Dewan, Kepler Sianturi Salurkan untuk Pelatihan Pemuda

Senin, 2 November 2026 - 12:35 WIB

Selamat & Sukses! Satriabudi Resmi Dilantik Sebagai Plt Sekda Kabupaten Garut

Berita Terbaru