Garut, MNP – Dengan tajuk Quovadis Mahasiswa di Era Disrupsi, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Garut Jawa Barat mendatangkan Aktivis Nasional Haris Azhar di Coffe Toffe Garut, Kamis (07/06/2024).
Dalam pemaparannya Haris Azhar memberikan pesan penting kepada mahasiswa Kabupaten Garut supaya mahasiswa tidak terjebak kepada janji-janji yang bersifat narasi-narasi besar dari orang yang punya banyak program.
“Anak muda harus ini, anak muda harus itu, akhirnya anak muda harus terjebak di acara tersebut,” ujar Haris Azhar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, anak muda harus diberikan ruang kebebasan, apa yang mereka pertanyakan, apa yang mereka temukan jawabannya.
“Biarkan mereka membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat untuk memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah ataupun kebijakan publik,” kata dia.
“Saya pikir tugasnya orang tua, tugasnya kampus, tugasnya senior-senior adalah di situ. Jadi jangan dipaksa mereka untuk hadir ke sana ikut ini, ikut itu,” tegas Aktivis Hak Asasi Manusia tersebut.
Haris Azhar menyebut, mahasiswa sekarang bukan tidak lagi kritis, tetapi mereka sekarang diliputi kecemasan. Meraka represi, dilarang, dibubarin acaranya. Mahasiswa takut ditangkap sekarang pada tekanan-tekanan kebijakan pemerintah.
“Mahasiswa nanti harus bayar ini, harus bisa ini, bisa itu, jadi mereka kaya robot sekarang. Jadi mahasiswa itu terjebak kepada kecemasan dan itu bukan muncul dari diri mereka tapi dari orang tuanya,” ucapnya.
Haris Azhar khawatir banyak orang yang membuat kecemasan itu sebenarnya sedang memelihara kekuasaan dan memelihara kesempatan untuk memperkaya diri.
“Jadi anak muda ini dijadikan sasaran kesempatan memelihara kekayaan dan kekuasaan,” cetusnya.
Sementara itu, Ketua Umum SEMMI Kabupaten Garut, Rifki Fauzi mengatakan, tujuan acara ini agar mahasiswa berpikir dalam membangun, dan kritis. Tidak hanya aktif melakukan kegiatan viral di medsos.
Rifki Fauzi melanjutkan, di era disrupsi anak muda sekarang terlalu mengkitu Medsos seperti foto terus diupload dan jadi tranding, dengan acara ini SEMMI ingin merubah mindset seperti itu.
“Ya, dengan acara ini mudaha-mudahan bisa merubah mindset,dan membuat mahasiswa bisa kritis seperti mahasiswa yang dulu,” harap Rifki Fauzi.
Apalagi terang dia, di musim menghadapi Pilkada sekarang, diharapkan mahasiswa tidak hanya jadi tim hore saja.
“Tapi mahasiswa harus bisa memberikan pemahaman bagaimana bisa memilih pemimpin yang baik dan benar serta jujur,” tandas Rifki Fauzi.
![]()
Penulis : Redaksi









Tinggalkan Balasan