PT. Woongsol Nature Indonesia Kembali Berulah! Usai Polusi Udara, Kini Diduga Cemari Sawah Warga

Senin, 3 Februari 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Setelah sebelumnya menimbulkan polusi udara hingga didemo masyarakat pada 2023 lalu, perusahaan PT. Woongsol Nature Indonesia (WNI) lagi-lagi berulah.

Perusahaan Penanaman Modal Asing yang terletak di Jalinsum KM 42 Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan itu, diduga telah mencemari sawah milik Burhan (62) warga setempat.

Alhasil, akibat dampak air limbah yang dihasilkan perusahaan bidang produksi dan ekspor komoditi agricultural raw (Sabut Kelapa) itu, menyebabkan sawah tersebut terancam gagal panen dan merugi hingga puluhan jutaan rupiah.

Kepada awak media, Burhan menceritakan, sawah miliknya seluas + 3.000 M2 yang bersebelahan dengan perusahaan tersebut sebelumnya menghasilkan + 30 Kwintal gabah kering siap jual saat musim panen tiba.

Akan tetapi sejak PT. Woongsol Nature Indonesia berdiri pada tahun 2014 silam hingga sekarang, terdapat empat petak sawah tersebut tak lagi bisa digarap lantaran telah tercemar air limbah.

“Awal-awalnya hanya empat petak saja yang tercemar air limbah, namun kali ini semuanya sudah tercemar,” ujar Burhan, ketika ditemui dilokasi sawah, pada Rabu (30/1/2025).

Sembari meratap Burhan yang kala itu ditemani menantunya Musmulyadi beserta adiknya Hriyanto mengaku tak yakin, jika benih padi yang telah ditanam dua bulan lalu itu bakal mengalami panen dengan baik.

“Kalau kondisinya begini kami nggak yakin bang, benih padi ini akan tumbuh dengan baik apalagi bakal panen,” ucap mantunya tersebut.

Dihubungi via aplikasi WhatsAppnya, Human Resource Development (HRD) Oktovie Herousa mewakili Direktur PT. Woongsol Nature Indonesia Hur Yang Mo membantah, jika perusahan miliknya itu telah mencemari sawah milik warga.

Kendati demikian, dirinya berjanji akan tetap kooperatif menyikapi adanya dugaan tersebut. “Yang jelas akan kita sikapi dan secepatnya untuk menemui warga yang sawahnya diduga terkena limbah tersebut,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?
Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla
BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi
Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan
Pelukan Hangat di Balik Jeruji: Kunjungan Khusus Anak di Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Ramai Isu ‘Orang Dalam’ Atlet POPDA Pemalang, Ini Penjelasan Dindikpora Pemalang
Tepis Isu Pencemaran Lingkungan, SPPG Beji 2 Pemalang Tegaskan Limbah Dapur Disaring Ketat
Musim Durian Tiba, Ribuan Butir Ludes Diserbu Pembeli di Lapak Sirandu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Sabtu, 5 September 2026 - 20:44 WIB

Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 19:46 WIB

BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi

Sabtu, 5 September 2026 - 16:07 WIB

Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WIB

Pelukan Hangat di Balik Jeruji: Kunjungan Khusus Anak di Rutan Kelas I Jakarta Pusat

Berita Terbaru