Lembaga Aliansi Indonesia Minta Kejari Kuansing Usut PT Putra Mandiri Group

Kamis, 24 Juli 2025 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Keberadaan pabrik kelapa sawit PKS yang berada di desa pesikaian kecamatan cerenti kabupaten Lampung Selatan menjadi sorotan.

Hal ini disampaikan oleh Tim Aliansi Indonesia Rudi Walker purba kepada awak media ini.

Rudi Walker mengatakan saat kunjungi lokasi pabrik kelapa sawit yang diduga milik Tedi warga kecamatan Cerenti, di lokasi pabrik tidak ditemukan plang atau papan nama perusahaan ini, hal ini tentu menjadi tanda tanya besar tentang keterbukaan informasi publik.

Penasaran dengan hal ini tim dari lembaga Aliansi Indonesia langsung mengelilingi seputar pembangunan PKS tersebut dan mencari

Penanggung jawab di lokasi pabrik tersebut Namun yang ditemukan di lokasi tersebut hanya karyawan biasa,

Saat ditanya, karyawan tersebut mengaku tidak tahu menahu tentang perusahaan ini karena masih baru bekerja di sini, ujar karyawan tersebut

Merasa penasaran tim lembaga aliansi Garuda Indonesia coba mengitari lokasi pabrik tersebut dan menemukan beberapa alat berat seperti ekskavator sedang bekerja menggali tanah di sekitar pabrik tersebut. Merasa aneh dan banyak kejanggalan, Rudi mengatakan

“ini aneh dan penuh kejanggalan karena kami tidak menemukan adanya tangki BBM industri sebagaimana layaknya perusahaan, jika alat berat sebanyak ini bekerja setiap hari dari mana minyaknya apakah alat ini tidak menggunakan minyak,” ujar Rudi

Mendapati hal ini, Tim aliansi Garuda Indonesia coba menghubungi Teddy yang diduga sebagai pemilik pabrik tersebut melalui pesan WhatsApp Namun sampai berita ini diturunkan tidak ada jawaban padahal terlihat pada WhatsApp tersebut sudah contreng 2.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan dengan tegas dan meminta agar Kejari Kuansing dapat mengusut keberadaan pabrik kelapa sawit ini.

Rudi berharap agar Kejari Kuansing dan pihak terkait seperti Dinas Perijinan dan industri perkebunan dapat mengusut tuntas keberadaan pabrik ini karena disinyalir pabrik ini penuh kejanggalan terutama penggunaan BBM nya

Pasalnya, karena menggunakan alat berat sebanyak ini tentu akan menghabiskan BBM yang seharusnya untuk masyarakat namun dipakai untuk memperkaya diri oleh perusahaan ini.

“Karena diduga puluhan ton Perbulan minyak jenis solar bersubsidi digunakan oleh perusahaan ini” tutup Rudi.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tinjau Sawah 78 Hektare di Teluk Sungkai, Wabup Inhu Komitmen Penuhi Kebutuhan Petani
Apresiasi Kelulusan 100%, SMPN 16 Kota Tasikmalaya Kalungkan Medali untuk 274 Siswa
Silaturahmi RT dan RW Se-Desa Kadipaten, Kades Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan
Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang Ilegal ke Kejari Lampung Selatan
Tito A. Purnomo Siap Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Desa Buniasih
Dua Kecamatan di Inhu Dikepung Penambang Emas Ilegal, Polda Riau dan Kapolres Didesak Turun Tangan
Tantangan Ekonomi Kota Tasikmalaya: Di Tengah Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Tuntutan Efisiensi Anggaran
Dugaan Proyek Fiktif di Bartim Menggurita, Setelah Badampu-Bantayum, Muncul “Peningkatan Jalan Inspeksi D.I Pangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:29 WIB

Tinjau Sawah 78 Hektare di Teluk Sungkai, Wabup Inhu Komitmen Penuhi Kebutuhan Petani

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Apresiasi Kelulusan 100%, SMPN 16 Kota Tasikmalaya Kalungkan Medali untuk 274 Siswa

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:06 WIB

Silaturahmi RT dan RW Se-Desa Kadipaten, Kades Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kesatuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:39 WIB

Polisi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang Ilegal ke Kejari Lampung Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:06 WIB

Tito A. Purnomo Siap Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat Desa Buniasih

Berita Terbaru