PPDB Memanas! Orangtua Bawa Pengacara ke Diknas Tuding Ada Kecurangan Jalur Zonasi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi kembali memicu konflik horizontal. Kali ini, ketidakpuasan warga tidak lagi disampaikan lewat sekadar spanduk protes atau demonstrasi, melainkan melalui jalur hukum formal, sejak hari pertama pengumuman.

Kemarin siang, Kantor Dinas Pendidikan kedatangan tamu tak biasa, Usman (43 ) seorang warga Dusun Glintang, Kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang,datang didampingi tim advokat profesional.

Mereka membawa map tebal berisi bukti-bukti dugaan Penumpang gelap dalam KK di lingkungan sekitar SMP Negeri 3 Pemalang, Usman menemui kejanggalan dalam proses seleksi, sehingga anaknya tak lolos seleksi di SMP Negeri 3 Pemalang.

Didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ambara Keadilan, Julio Belnanda Harianja S.H dirinya mendatangi kantor Dinas Pendidikan Pemalang dan olahraga Pemalang pada Jum’at (26/6 ) lalu.

Julio Belnanda Harianja mengungkapkan, dirinya datang bersama korban ke Dindikpora untuk meminta transparansi pelaksanaan seleksi SPMB yang dicurigai terdapat kecurangan dalam proses administrasi.

“Korban telah mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan dalam SPMB melalui Jalur Afirmasi maupun Jalur Domisili,” ungkap Julio

Dirinya menambahkan,Pada Jalur Afirmasi, seluruh dokumen persyaratan telah diunggah sesuai ketentuan, namun status pendaftaran dinyatakan ditolak tanpa penjelasan yang memadai mengenai hasil verifikasi administrasi maupun alasan penolakan.

Selanjutnya, pada Jalur Domisili, sistem sempat menampilkan posisi anak korban pada kisaran peringkat 15, kemudian berubah menjadi sekitar peringkat 84, selanjutnya sekitar peringkat 129, hingga akhirnya dinyatakan tidak diterima.

”Perubahan tersebut terjadi dalam waktu yang relatif singkat tanpa adanya penjelasan mengenai mekanisme pemeringkatan maupun dasar perubahan tersebut,” tambah Julio

Julio menegaskan, hingga saat ini pihaknya tidak menyimpulkan telah terjadi pelanggaran hukum atau manipulasi. Namun, fakta-fakta itu menimbulkan pertanyaan yang sah dan patut dijawab secara terbuka oleh penyelenggara SPMB.

Sementara itu, Usman orangtua tua calon siswa,Saat dikonfirmasi mengungkapkan kekecewaannya dengan sistem Zonasi yang ada.

“Kami mendaftarkan anak lewat jalur zonasi dengan melampirkan Kartu keluarga, sedangkan ada siswa yang mendaftar hanya menggunakan surat domisili malah diterima. Padahal dalam aturan Regulasi surat keterangan domisili dari kelurahan tidak berlaku ada aturan di Permendikbud dan Perbup Pemalang,” ungkap Usman,pada Senin (29/6).

Kasus ini diprediksi menjadi bola salju. Jika gugatan ini dikabulkan di pengadilan, maka legitimasi hasil PPDB zonasi tahun ini terancam cacat hukum. Fenomena ini menunjukkan tingkat ketidakpercayaan publik yang sangat tinggi terhadap sistem seleksi sekolah negeri saat ini.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

K-OFPN Digugat di PHI Medan, Persidangan Masuki Agenda Pemeriksaan Saksi
Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang
Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis
Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang
Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya
Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan
Rektor UNIMEN Rombak Struktur Pejabat, Bidik Performa Kampus Makin Kompetitif
Sambut Usia Perak Kota Tasikmalaya, Kecamatan Bungursari Gelar Pesta Rakyat hingga Launching Inovasi BiVaSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:21 WIB

K-OFPN Digugat di PHI Medan, Persidangan Masuki Agenda Pemeriksaan Saksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB