Polemik Pemecatan 50 Pegawai, Ketua DPK KNPI Tawang Minta Inspektorat Audit RSUD dr Soekardjo 

Kamis, 2 Januari 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Polemik pemutusan kerja 50 pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menjadi buah bibir. Tak heran banyak kalangan menanggapi persoalan tersebut.

Seperti yang diutarakan Ilham Ramdani aktivis muda yang menjabat sebagai Ketua DPK KNPI Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Kamis (02/12/2025).

Akhir akhir ini Kota Tasikmalaya digemparkan dengan pemecatan pegawai rumah sakit sebanyak kurang lebih 50 orang karyawan.

Direktur RSUD dr Soekardjo dinilai tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan dengan seenaknya memecat para pegawai yang sudah mengabdi puluhan tahun.

Ilham menyebut, pihak RSUD seolah olah mengeluarkan mereka tanpa memikirkan nasib pegawai tersebut, padahal yang dikorbankan bukan hanya perorangan tapi sisi keluarga atau anak.

Bagaimana mirisnya ketika tulang punggung keluarga mereka di pecat tanpa di kasih solusi.

“Jujur saya sangat kecewa dengan tindakan direktur rumah sakit, seharusnya ketika memecat para pegawai tanpa alasan yang jelas harus terlebih dahulu mencarikan solusi,” tutur Ilham.

Dirinya berharap legislatif dan eksekutif jangan hanya diam melihat kejadian ini, seolah olah mereka tutup mata, sangat disayangkan di akhir tahun baru 2024 Kota Tasikmalaya di beri kado sama pemerintah dengan pemecatan pegawai rumah sakit secara sepihak.

“Ya, meskipun mereka yang 50 orang ikut test, tapi nilai mereka tidak bisa dilihat oleh para peserta yang mengikuti test,” ungkapnya.

Ilham Ramdani mendorong Inspektorat Daerah Kota Tasikmalaya untuk mengaudit keuangan yang ada di RSUD dr Soekardjo. Jangan sampai menjadi lumbung terjadinya korupsi.

Begitu juga dengan kinerja direktur rumah sakit dianggap nihil. Pasalnya tidak mampu menekan hutang Pemda Kabupaten Tasikmalaya untuk bayar ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

“Jelas ketika Pemda Kabupaten Tasikmalaya membayarkan hutangnya ke RSUD, nasib 50 pegawai yang di pecat secara sepihak sedikitnya bisa terselamatkan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar
Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP
Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Berita Terbaru

Berita terbaru

IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:31 WIB

Berita terbaru

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:15 WIB