Tasikmalaya, MNP – Polemik pemutusan kerja 50 pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menjadi buah bibir. Tak heran banyak kalangan menanggapi persoalan tersebut.
Seperti yang diutarakan Ilham Ramdani aktivis muda yang menjabat sebagai Ketua DPK KNPI Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Kamis (02/12/2025).
Akhir akhir ini Kota Tasikmalaya digemparkan dengan pemecatan pegawai rumah sakit sebanyak kurang lebih 50 orang karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD dr Soekardjo dinilai tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan dengan seenaknya memecat para pegawai yang sudah mengabdi puluhan tahun.
Ilham menyebut, pihak RSUD seolah olah mengeluarkan mereka tanpa memikirkan nasib pegawai tersebut, padahal yang dikorbankan bukan hanya perorangan tapi sisi keluarga atau anak.
Bagaimana mirisnya ketika tulang punggung keluarga mereka di pecat tanpa di kasih solusi.
“Jujur saya sangat kecewa dengan tindakan direktur rumah sakit, seharusnya ketika memecat para pegawai tanpa alasan yang jelas harus terlebih dahulu mencarikan solusi,” tutur Ilham.
Dirinya berharap legislatif dan eksekutif jangan hanya diam melihat kejadian ini, seolah olah mereka tutup mata, sangat disayangkan di akhir tahun baru 2024 Kota Tasikmalaya di beri kado sama pemerintah dengan pemecatan pegawai rumah sakit secara sepihak.
“Ya, meskipun mereka yang 50 orang ikut test, tapi nilai mereka tidak bisa dilihat oleh para peserta yang mengikuti test,” ungkapnya.
Ilham Ramdani mendorong Inspektorat Daerah Kota Tasikmalaya untuk mengaudit keuangan yang ada di RSUD dr Soekardjo. Jangan sampai menjadi lumbung terjadinya korupsi.
Begitu juga dengan kinerja direktur rumah sakit dianggap nihil. Pasalnya tidak mampu menekan hutang Pemda Kabupaten Tasikmalaya untuk bayar ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya
“Jelas ketika Pemda Kabupaten Tasikmalaya membayarkan hutangnya ke RSUD, nasib 50 pegawai yang di pecat secara sepihak sedikitnya bisa terselamatkan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan