Tasikmalaya, MNP – Polemik buku Ramadan di lingkungan pendidikan kota Tasikmalaya semakin ricuh dampak dari pemberitaan media potret.
Tak heran banyak dari kalangan media lain dan LSM datang ke dinas untuk konfirmasi menindak lanjuti pemberitaan dan menjadikan beberapa kegiatan Plt Kadis itu terganggu.
Menurut Plt Kadis Pendidikan Nanang Suhara menerangkan, beredarnya buku Ramadan tanpa sepengatahuan Dinas, karena tidak ada koordinasi dari Kelompok Kerja Guru (KKG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak tahu, tau tau setelah ramai mencuat pemberitaan, pihak dinas baru mengetahui,” cetus Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Nanang Suhara, Jumat (21/03/2025).
Nanang Suhara pernah menghubungi via telepon Ketua KKG Kota Tasikmalaya Casmita, namun sangat disayangkan tidak mengindahkan, enggan mengangkat telepon dari Plt Kadisdik sehingga membuat lelaki berkumis tipis itu langsung berang.
“Saya sangat kecewa, merasa tidak dihargai mereka melakukan penjualan buku Ramadan itu jelas jelas pelanggaran, tanpa adanya kordinasi dengan pihak Dinas,” kata Nanang Suhara.
“Sementara kalau sudah jadi masalah seperti ini yang harus kena dampaknya kan Dinas sendiri dimana tanggung jawabnya Ketua KKg di telpon pun gak ngangkat ngangkat,” cetusnya.
Untuk minta klarifikasi dan tanggungjawab, Plt Kadis Pendidikan secepatnya akan segera memanggil Ketika KKG Kota beserta KKG Kecamatan pasca bulan Ramadan
Diketahui, maraknya penjualan buku catatan Ramadan yang dilakukan oleh segelintir oknum di kalangan Sekolah Dasar (SD) yang terjadi di Kota Tasikmalaya berpotensi menjadi ladang basah meraup rupiah.
Namun ditengah kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya seolah olah tidak diakui oleh KKG, tanpa koordinasi langsung menjual buku Ramadan.
APH Diminta Tindak Tegas, Praktek Jual Beli Buku Ramadan Marak Kota Tasikmalaya
Kabid PSD Indra Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sempat menanyakan terkait penjualan buku Ramadan ke KKG, dan memfasilitasi media untuk melakukan klarifikasi.
Setelah itu, pihak KKG menjanjikan pertemuan dengan wartawan, namun tidak ada lagi komunikasi sampai berita ini muncul.
Tentunya ini menjadi sebuah pertanyaan besar, sebegitu hebatnya Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Mangkubumi, sampai sampai seorang Plt Kepala Dinas saja tidak digubris.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan