Tasikmalaya, MNP – PJ Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah melaksanakan monitoring ke sejumlah kecamatan, salah satunya Bungursari, Senin (26/08/2024).
Cheka Virgowansyah mengatakan, kegiatannya tersebut selain silaturahmi dengan para camat dan lurah juga membahas program yang ada di level kota Tasikmalaya.
“Kita ingin memastikan bahwa program itu sampai di kecamatan juga kelurahan. Salah satunya progam terkait dengan wangsit, taman cinta, termasuk dengan penanganan stunting sampai dengan strategi setiap program,” kata Cheka Virgowansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Artinya lanjut PJ Walikota, agar program itu tidak hanya menjadi jargon di level kota, tapi berjalan juga di level kelurahan dan kecamatan.
“Kita berprogres, setelah ini akan ada pertemuan lanjutan untuk mengecek progres itu, misalnya setaman cinta, sudah berapa pohon yang ada di sini. Terus target berapa pohon dalam beberapa minggu ke depan, apa strateginya, nanti mulai dikerucutkan,” jelasnya.
Cheka Virgowansyah menyebut, untuk angka stunting, di kota Tasikmalaya sekarang perlu treatment, meski secara absolut memang angkanya turun, tapi rating masih naik.
“Kita butuh treatment yang lebih real, karena itu sekarang kita mendata seluruh ibu hamil yang ada di kota, kenapa ibu hamil? karena ternyata dari data yang ada itu kebanyakan stunting baru, maka berarti yang kemarin yang kita treatment itu sebagian besar tidak stunting lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, PJ Walikota berkontrak dengan camat, lalu tiap lurah juga berkontrak dengan camat, agar tidak boleh ada stunting baru.
Khusus di kecamatan Bungursari, ada sekitar 371 ibu hamil sudah didata dan per kelurahan juga sudah ada datanya, itulah yang mau ditreatmen.
“Kita harus memastikan, para ibu hamil yang baru itu makan/minum obat/pil penambah darah dan termasuk juga protein hewani seperti telur maupun susu, untuk menekan angka stunting,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan