Peringati Hari Bumi, FKPDAS Kota Tasikmalaya Tanam Pohon di SMANDATAS

Selasa, 22 April 2025 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Kota Tasikmalaya menggelar penanaman pohon di SMA Negeri 2 Kota Tasikmalaya (SMANDATAS).

Kegiatan dengan tema Our Power Our Planet (Energi Kita Planet Kita) ini dihadiri Wali Kota Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kapolresta Tasikmalaya Kota, Dandim, Ketua FKPDAS Jabar beserta tamu undangan lainnya.

Sigit Wahyunandika Ketua FKPDAS Kota Tasikmalaya mengatakan bahwa kegiatannya tersebut sebagai langkah awal memperkenalkan kepada kaum milenial atau generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Visi kami membangun peradaban ekosistem digital Syariah, jadi kita melihat saat ini masyarakat perlu digugah, diajak, dibangunkan, disadarkan akan pentingnya lingkungan ekologi dan menjaga agar air sebagai sumber kehidupan itu tetap lestari dan bersih,” jelasnya, Selasa (22/04/2025).

Penanaman ini dilakukan oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan dan Kapolres selaku pembina, Dandim serta Ketua FKPDAS Jabar.

“Kami juga menanam pohon di tujuh pesantren yang ada di Kota Tasikmalaya, selain itu juga ada di luar daerah seperti SMK Kehutanan di Bogor dan di beberapa tempat lainnya,” jelas Sigit.

Dirinya pun menyampaikan bahwa kurang lebih 500 pohon di tanam di Kota Tasikmalaya dalam rangka hari Bumi.

“Untuk yang di SMAN 2 yang di tanam 5 pohon gelodogan dan jumlah di kota Tasikmalaya ada 500 pohon dengan bermacam macam pohon seperti pohon Duren, Matoa, Pete juga Picung,” ungkap Sigit.

Dirinya menyebut, karena di Kota Tasikmalaya ini sebagai Kota Santri, sehingga bagaimana nanti santri dan juga para pegiat lingkungan tentunya anak sekolah bisa bersama sama pemerintah daerah membangun peradaban ramah lingkungan.

Di singgung dengan yang di maksud Digital Syariah, Sigit menjelaskan sesuai dengan transformasi peradaban digital dan dalam hal ajaran agama untuk menjaga lingkungan. Sedangkan Syari’ahnya adalah kota santri.

“Sebetulnya kita yang namanya menjaga lingkungan itu adalah kewajiban bagi umat manusia dan semua agama mewajibkan untuk merawat alam, jadi kalau bagi saya Syariah itu tidak hanya Islam saja tapi semua agama,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sidak Senpi di Pakpak Bharat, Tim Divpropam dan Slog Polri Tidak Temukan Pelanggaran Prosedur
Semangat Kebersamaan Awali Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Meranti
Peluang Emas, Pemerintah Buka Lowongan Posisi Manager Kopdes, Lolos Seleksi Jadi Pegawai BUMN 
Fasilitas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata
Lantik Pejabat Baru, Kalapas Kendal Ingatkan Jaga Integritas dan Profesionalitas
Kapolres Pakpak Bharat Pimpin Sertijab Kasat Narkoba dan Kapolsek Salak
Bupati Pakpak Bharat Ikuti Rakor Virtual, Kemendagri Instruksikan Percepatan Data Huntap Korban Bencana
Profil APJATEL: Wadah Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia Sejak 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:31 WIB

Sidak Senpi di Pakpak Bharat, Tim Divpropam dan Slog Polri Tidak Temukan Pelanggaran Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 20:07 WIB

Semangat Kebersamaan Awali Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Meranti

Kamis, 16 April 2026 - 18:44 WIB

Peluang Emas, Pemerintah Buka Lowongan Posisi Manager Kopdes, Lolos Seleksi Jadi Pegawai BUMN 

Kamis, 16 April 2026 - 18:39 WIB

Fasilitas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata

Kamis, 16 April 2026 - 18:27 WIB

Lantik Pejabat Baru, Kalapas Kendal Ingatkan Jaga Integritas dan Profesionalitas

Berita Terbaru