Tasikmalaya, MNP – Praja Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melakukan studi strategis di kecamatan Bungursari kota Tasikmalaya.
MGS Ismail S.Pd M.Si Kepala Satuan kecamatan Bungursari mengatakan, dirinya membawahi 104 praja, dua pengasuh dan satu Tata Usaha.
Kegiatan ini kata Ismail, instruksi PJ Wali Kota Cheka Virgowansyah membantu Pemkot Tasikmalaya program Pemkot terkait verifikasi data kemiskinan dan stunting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini sesuai dengan prodi di lapangan, dari mulai kependudukan dan pencatatan sipil, prodi bab praktek kepolisian dan tata pamong serta prodi keselamatan publik,” terang Ismail kepada MNP, Senin (19/06)
Artinya lanjut dia, ketiga prodi ini bekerja sama dilapangan. Yang pertama kependudukan, karena pelayanan pemerintah dimulai dari kependudukan yakni ada program tenaga kerja dan ada masyarakat yang masih membutuhkan perhatian khusus.
“Kegiatan ini juga untuk memastikan data yang ada di aplikasi Kelom apakah sudah sinkron atau belum dengan data pemerintah pusat tentang kemiskinan dan stunting,” ujar Ismail.
Terpisah, Ketua Tim Kelurahan Sukajaya Praja IPDN Praja Madya tingkat III Arbi Izzah Mahendra menambahkan, tugasnya ini untuk menginput data sebagai pendukung aplikasi Kelom (Kelurahan on Mobile)
“Data itu nanti akan menjadi patokan pemerintah dalam mengambil kebijakan penanganan masalah kemiskinan dan lainnya. Adapun, Kota Tasikmalaya ini adalah contoh awal di aplikasi yang dipakai seluruh Indonesia,” papar Arbi.
Dia menuturkan, selama di lapangan banyak masyarakat terdata miskin, namun memiliki rumah bagus.
“Kami harap kedepannya masyarakat lebih realistis, agar data sesuai fakta, demi melancarkan program PJ Wali Kota,” pungkasnya. (Gobreg)
![]()









Tinggalkan Balasan